Pemprov Bali Fokus Atasi Tiga Masalah Utama UMKM Lewat Program Hijau
DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memfokuskan penanganan tiga persoalan utama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yakni akses permodalan, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pemasaran produk melalui program Inkubasi Hilirisasi Inovasi Jejaring Usaha Berkelanjutan (Hijau). Program tersebut disiapkan untuk memperkuat daya saing UMKM berbasis ekonomi hijau di tengah meningkatnya isu lingkungan dan pengelolaan sampah di Bali.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh mengatakan program Inkubasi Hijau dirancang untuk membantu UMKM yang menjalankan usaha dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan sekaligus memperluas peluang bisnis mereka.
“Banyak permasalahan yang dihadapi UMKM, secara garis besar ada tiga, pertama adalah permodalan, yang kedua adalah SDM-nya, kemudian yang ketiga tentu dari produknya atau akses pemasarannya, tiga hal ini yang kami coba minimalkan di program Inkubasi Hijau,” kata Tri Arya di Denpasar, Kamis, sebagaimana diberitakan Antara, Kamis (08/05/2026).
Menurutnya, saat ini terdapat 448.734 UMKM di Bali dengan tantangan usaha yang relatif serupa. Karena itu, Pemprov Bali melakukan pembinaan melalui program inkubasi hingga mempertemukan pelaku usaha dengan mitra strategis untuk memperluas jaringan bisnis.
Diskop UKM Bali menyeleksi pelaku usaha yang dinilai telah menerapkan konsep ekonomi hijau dalam proses produksi maupun pengelolaan usaha. Dari hasil seleksi, sebanyak 60 UMKM mengikuti tahap kurasi sebelum akhirnya dipilih 15 UMKM terbaik untuk mendapatkan pendampingan lanjutan.
Tri Arya menjelaskan, pelaku usaha yang lolos kurasi dinilai telah menjalankan praktik usaha ramah lingkungan mulai dari penggunaan bahan baku, proses produksi, hingga hasil produk yang minim risiko terhadap lingkungan.
“Selain dengan buyers, juga mungkin ada dari lembaga keuangan ataupun kami dapat fasilitasi untuk usaha-usaha kredit yang bisa UMKM dapatkan,” ujarnya.
Selain membuka akses pasar dan pembiayaan, Diskop UKM Bali melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) juga menyiapkan pelatihan intensif berbentuk bootcamp untuk meningkatkan kapasitas SDM pelaku usaha.
“Jadi, tiga permasalahan utama UMKM itu bisa kami minimalkan di program Inkubasi Hijau ini, tapi dengan tema kelestarian lingkungan. Kami merasa UMKM hijau memang sudah harus dilakukan atau menjadi tren bagi pelaku UMKM di Provinsi Bali,” katanya.
Ia menilai isu sampah yang kini menjadi perhatian publik di Bali justru dapat menjadi peluang usaha baru bagi UMKM yang mampu beradaptasi dengan konsep ekonomi berkelanjutan dan produk ramah lingkungan. []
Penulis: Ni Putu Putri Muliantari| Penyunting: Redaksi01
