Kue Tampah Jadi Senjata Baru UMKM Solok Selatan Naik Kelas
SOLOK SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan memperkuat strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan teknis pembuatan kue tampah bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Program yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Solok Selatan itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk tradisional agar mampu bersaing di pasar regional hingga nasional.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari pada 6-8 Mei 2026 dengan melibatkan 30 pelaku IKM dari berbagai nagari di Solok Selatan. Pemerintah daerah menilai kue tampah memiliki potensi ekonomi tinggi karena banyak diminati sebagai hantaran maupun sajian dalam acara resmi.
Mewakili Bupati Solok Selatan, Sekretaris Daerah (Sekda) Solok Selatan Syamsurizaldi mengatakan sektor UMKM menjadi penopang utama ekonomi daerah karena terbukti mampu bertahan saat terjadi krisis ekonomi.
“UMKM merupakan pilar ekonomi yang terbukti tangguh menghadapi krisis,” ujar Syamsurizaldi sebagaimana dilansir Viva, Jumat (08/05/2026).
Menurutnya, ketahanan UMKM perlu diimbangi dengan kemampuan adaptasi teknologi dan penguasaan pemasaran digital agar pelaku usaha lokal tidak tertinggal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Ia menegaskan pengembangan UMKM dan IKM menjadi salah satu program prioritas Pemkab Solok Selatan periode 2025-2030. Fokus kebijakan tersebut diarahkan pada pembentukan ekosistem usaha yang lebih maju melalui pembinaan berkelanjutan dan kemudahan akses permodalan.
Syamsurizaldi juga menyebut pertumbuhan UMKM berdampak langsung terhadap penurunan angka pengangguran di daerah. Solok Selatan bahkan memperoleh apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri sebagai daerah terbaik pertama di wilayah Sumatera dalam penurunan dimensi pengangguran.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Solok Selatan Musferi Hendra menjelaskan pelatihan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mewujudkan target “UMKM Naik Kelas”.
Peserta pelatihan dibekali materi mengenai teknik produksi, estetika penataan, hingga standar pengemasan produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu menarik minat konsumen dari berbagai kalangan.
Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung mulai dari pengolahan bahan, teknik penyajian, hingga strategi menjaga kualitas produk agar lebih tahan lama dan tampil profesional di pasaran.
Untuk mendukung peningkatan kualitas produk, Pemkab Solok Selatan menghadirkan narasumber dari Asia Royal College Padang, Murniati Rasyid, yang memberikan pendampingan teknis kepada peserta selama pelatihan berlangsung.
Program tersebut turut melibatkan camat dan wali nagari dari 15 nagari di Solok Selatan guna memastikan manfaat pembinaan dapat dirasakan secara merata hingga tingkat desa.
Pemkab Solok Selatan optimistis penguatan sektor IKM pangan tradisional dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperluas pasar produk lokal melalui pemanfaatan platform ekonomi digital. []
Penulis: Amanda | Penyunting: Redaksi01
