Pekan Kedua Mei 2026, Harga Cabai di Jatim Naik Tajam
SURABAYA – Lonjakan harga cabai masih mendominasi pergerakan harga pangan di Jawa Timur (Jatim) pada pekan kedua Mei 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) per 11 Mei 2026, cabai merah keriting mengalami kenaikan tertinggi hingga 11,08 persen dibanding pekan sebelumnya, sementara sejumlah komoditas pangan lain cenderung stabil bahkan mengalami penurunan harga.
Kenaikan harga cabai merah keriting tercatat mencapai Rp4.550 menjadi Rp45.600 per kilogram. Sementara cabai rawit merah juga naik Rp3.800 atau 5,91 persen menjadi Rp68.100 per kilogram. Adapun cabai merah besar turut mengalami kenaikan 5,09 persen menjadi Rp45.450 per kilogram.
Di tengah kenaikan harga cabai, beberapa bahan pangan lain justru menunjukkan tren stabil. Cabai rawit hijau turun tipis 0,16 persen menjadi Rp31.600 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang juga relatif stabil di angka Rp29.500 per kilogram atau turun 0,17 persen.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar turun 0,82 persen menjadi Rp36.300 per kilogram. Harga telur ayam ras segar juga terkoreksi 0,57 persen menjadi Rp26.050 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi kualitas 1 dan kualitas 2 tidak mengalami perubahan signifikan, masing-masing bertahan di angka Rp135.050 dan Rp122.800 per kilogram.
Harga minyak goreng di pasar tradisional Jatim juga masih terkendali. Minyak goreng curah tercatat Rp21.800 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 1 turun tipis menjadi Rp22.500 per kilogram dan minyak goreng kemasan bermerek 2 berada di level Rp22.150 per kilogram.
Pada kelompok beras, mayoritas harga masih stabil. Beras kualitas bawah I tercatat Rp13.450 per kilogram, beras kualitas medium I Rp14.600 per kilogram, dan beras kualitas super I bertahan di angka Rp15.900 per kilogram.
Data PIHPS BI tersebut disusun berdasarkan pemantauan harian di sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah, sebagaimana dilansir PiHPS BI, Minggu (11/05/2026). Perubahan harga komoditas dipengaruhi kondisi pasokan, distribusi, serta tingkat permintaan masyarakat di lapangan. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
