Kaltara Siapkan Lahan 30 Hektare untuk Perumahan ASN di KBM Tanjung Selor
TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai membuka peluang kerja sama investasi pembangunan kawasan hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor. Proyek yang disiapkan di atas lahan lebih dari 30 hektare itu ditawarkan kepada investor swasta untuk memenuhi kebutuhan rumah pegawai pemerintahan sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan baru di Kaltara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kaltara, Helmi, mengatakan proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan permukiman baru yang diproyeksikan berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan penduduk di Kaltara.
“Di KBM itu rencananya pembangunan rumah PNS yang kita tawarkan kepada pihak swasta, untuk bekerjasama dengan pemerintah provinsi,” ujarnya sebagaimana dilansir Harian Rakyat Kaltara, Minggu (11/05/2026).
Pemprov Kaltara menyiapkan skema hibah lahan melalui koperasi untuk mendukung pembangunan kawasan perumahan tersebut. Pemerintah daerah menargetkan sekitar 1.000 unit rumah dapat dibangun dengan tiga tipe berbeda sesuai kebutuhan dan kemampuan investasi para pengembang.
Menurut Helmi, kebutuhan hunian di Kaltara diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, terutama seiring berkembangnya sektor industri dan bertambahnya tenaga kerja yang masuk ke wilayah tersebut.
Ia mengungkapkan sejumlah investor mulai menunjukkan ketertarikan terhadap proyek tersebut. Beberapa perusahaan bahkan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan di kawasan KBM Tanjung Selor.
“Selain itu, terdapat investor lain dari Solo yang masih dalam tahap negosiasi dengan pemerintah daerah. Sudah ada beberapa pihak yang berminat dan turun langsung melihat lokasi,” jelasnya.
Selain investor dari Solo, perusahaan asal Sulawesi, PT Bosowa, juga disebut telah meninjau lokasi proyek perumahan ASN tersebut. Pemprov Kaltara saat ini masih membuka ruang komunikasi dan negosiasi dengan sejumlah calon investor untuk mempercepat realisasi pembangunan.
Pemerintah daerah berharap proyek hunian ASN itu tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal pegawai, tetapi juga mempercepat pengembangan KBM sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerintahan baru di Kaltara.
“Kita terus membuka komunikasi dan negosiasi dengan para investor,” tutupnya. []
Penulis: Nurismi | Penyunting: Redaksi01
