Pemkot Probolinggo Raih WTP, Walikota Aminuddin : Pencapaian Yang Baik
Walikota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, M.Kes saat menyampaikan nota penjelasan Walikota Probolinggo terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Rabu (24/6/2026). (Foto : Rachmat Effendi)
PROBOLINGGO – Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo dengan agenda tunggal penyampaian nota penjelasan Walikota Probolinggo terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 berjalan tertib walaupun agak molor diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Rabu, (24/6/2026) di ruang sidang utama.
Dalam penyampaiannya, Walikota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, M.Kes merasa bersyukur karena laporan keuangan Pemkot Probolinggo pada tahun anggaran 2025, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur memberikan apresiasi dengan opini tertinggi, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Patut kita syukuri karena merupakan pencapaian yang baik dalam mempertahankan opini yang telah kita raih sejak 2017 hingga 2025 lalu,”ujar dr. H. Aminuddin, M.Kes didepan peserta Rapat Paripurna pada Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan dalam meraih opini WTP dalam 9 tahun secara berturut-turut merupakan bentuk perbaikan yang harus dipertahankan. Meskipun masih banyak bidang-bidang lain yang perlu dibenahi disesuaikan dengan Sistem Akuntansi Berbasis Akrual berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang standar Akuntansi Pemerintahan.
“Penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Probolinggo sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, yang tujuannya untuk memberikan laporan hasil pelaksanaan dan penyelenggaraan pengelolaan keuangan,”ungkapnya.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani mengapresiasi Pemkot Probolinggo yang telah berhasil mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) laporan keuangan Pemkot Probolinggo pada tahun anggaran 2025.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Pemkot Probolinggo karena secara berturut-turut sembilan kali meraih WTP,”tegasnya.
Namun menurut politisi Golkar ini, hasil yang dicapai itu tidak sekedar masalah administrasi saja, namun yang paling penting adalah hasil tersebut benar-benar bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.
“Jangan hanya terpaku pada administrasi saja, yang penting hasilnya memberi nilai manfaat bagi masyarakat,”pungkasnya. (rac)
