100 Pelaku UMKM Babel Ikuti Pelatihan Digital Marketing Empat Hari

PANGKALPINANG – Sebanyak 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengikuti Pelatihan Digital Marketing yang digelar secara daring selama 6–9 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Koperasi (Balatkop) UMKM itu bertujuan memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Pelatihan tersebut menghadirkan materi yang berfokus pada penguatan kompetensi pemasaran digital, meliputi strategi promosi melalui media sosial, pemanfaatan marketplace, teknik pembuatan konten, pelayanan pelanggan berbasis digital, penggunaan Artificial Intelligence (AI), hingga analisis performa pemasaran digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, mengatakan transformasi digital telah mengubah pola komunikasi, transaksi, dan aktivitas bisnis sehingga pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.

“Pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi digital akan memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, membangun merek, serta meningkatkan pendapatan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Diskominfo Babel, Minggu (05/07/2026).

Menurut Arie, sektor UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menjadikan peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui penguasaan pemasaran digital sebagai salah satu prioritas pengembangan ekonomi daerah.

Ia mencontohkan keberhasilan salah satu pelaku UMKM Babel yang mampu mengekspor 2,9 ton daun manggis ke pasar internasional sebagai bukti bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membuka akses ke pasar yang lebih luas.

“Hal ini tentunya sesuatu yang sangat luar biasa bagi pelaku UMKM di Babel. Jadi UMKM harus memanfaatkan pemasaran digital untuk mempromosikan produknya, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga mampu menembus pasar global,” katanya.

Selain pelatihan, Pemprov Babel terus memperkuat ekosistem UMKM melalui pendampingan usaha, fasilitasi legalitas, sertifikasi produk, akses pembiayaan, promosi, dan perluasan akses pasar. Pemerintah berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai bekal untuk meningkatkan daya saing usaha di tingkat nasional maupun internasional.

“Jadikan pelatihan ini sebagai investasi ilmu untuk mengembangkan usaha sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Saya yakin, apabila UMKM Bangka Belitung semakin mampu memanfaatkan teknologi digital, maka daya saing produk daerah akan meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *