Bulog Bidik Stok Beras Papua Tembus 50 Ribu Ton
JAYAPURA – Perusahaan Umum (Perum) Bulog menargetkan peningkatan cadangan beras di Papua hingga lebih dari tiga kali lipat menjadi di atas 50 ribu ton sebagai langkah mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat, penyaluran bantuan pangan pemerintah, serta permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026/2027.
Langkah tersebut dilakukan setelah Perum Bulog mengevaluasi kondisi persediaan beras di wilayah Papua yang saat ini mencapai sekitar 17 ribu ton dan tersebar di sejumlah gudang. Di Gudang Bulog Kompleks Pergudangan Argapura, Jayapura, tersedia sekitar 985 ton beras yang siap didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan peningkatan cadangan beras menjadi prioritas karena perputaran stok di Papua berlangsung cukup cepat seiring tingginya kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini tanggal 6 Juli 2026 kami mengecek kesiapan stok beras yang ada di wilayah Papua, khususnya di Jayapura,” kata Rizal, sebagaimana dilansir Antara, Senin (06/07/2026).
Menurutnya, penambahan stok dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan distribusi dan kebutuhan setiap daerah agar pasokan tetap merata di seluruh Papua.
“Karena kebutuhan beras di Papua cukup tinggi, nah kami sedang upayakan ke depan untuk pemenuhan stok di Papua ini kami tingkatkan tiga kali lipat supaya tidak ada kekosongan-kekosongan ataupun bahkan kekurangan pangan khususnya beras di Papua,” beber Rizal.
Peninjauan dilakukan di Gudang Bulog Kompleks Pergudangan Argapura, Jayapura, bersama Direktur Sumber Daya Manusia (Dir SDM) dan Transformasi Perum Bulog Ade Prastya Nurdin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan distribusi pangan tetap berjalan lancar sekaligus memperkuat ketahanan pangan hingga kawasan timur Indonesia.
Perum Bulog menyatakan penguatan cadangan beras di Papua diharapkan mampu menjamin ketersediaan pasokan sepanjang tahun, termasuk untuk mendukung penyaluran bantuan pangan pemerintah yang kembali dilaksanakan pada Juli 2026 setelah program sebelumnya berakhir pada Juni 2026. []
Redaksi01
