Operasi Pasar Ketapang Hadirkan Sembako Murah untuk Kendalikan Inflasi
KETAPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang menggelar operasi pasar di halaman Pasar Desa Sukabangun Luar, Kecamatan Delta Pawan, Jumat (10/07/2026), sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Operasi pasar tersebut menghadirkan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Program ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Ketapang dalam memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan melalui sinergi bersama PT Pertamina dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), sebagaimana diberitakan Pontianak Post, Jumat (10/07/2026).
Selain menjadi instrumen pengendalian inflasi, kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan Gerakan Aksi Indonesia Asri 2026 yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, panitia tidak menyediakan kantong plastik bagi pembeli dan mengimbau masyarakat membawa tas belanja sendiri dari rumah.
Paket bahan pokok yang disiapkan dalam operasi pasar terdiri atas beras premium 5 kilogram, gula pasir premium 1 kilogram, dan minyak goreng premium 1 liter dengan harga Rp90.000 per paket. Selain itu, tersedia gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram seharga Rp18.500 per tabung serta telur ayam ras Rp18.000 per 10 butir.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Wakil Bupati (Wabup) Ketapang Jamhuri Amir, Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang Repalianto, serta Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Ketapang Tarsius. Kehadiran berbagai unsur pemerintah daerah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Melalui operasi pasar ini, Pemkab Ketapang berharap masyarakat dapat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah di tengah upaya menjaga stabilitas inflasi daerah. Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. []
Redaksi01
