Boy Thohir Optimistis IHSG Kembali Tembus Level 9.000
JAKARTA – Wakil Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), Garibaldi Thohir, menilai peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level 9.000 masih terbuka. Optimisme tersebut didasarkan pada fundamental perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia yang dinilai tetap kuat meski indeks saham mengalami tekanan sepanjang tahun berjalan.
Pernyataan tersebut disampaikan Garibaldi Thohir usai menghadiri seremoni pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/07/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (10/07/2026).
Berdasarkan data perdagangan, IHSG berada di level 5.918,47 pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (10/07/2026). Sejak awal tahun, indeks tercatat terkoreksi 31,55 persen year to date (ytd), setelah sebelumnya sempat mencapai posisi tertinggi di level 9.134,70 pada 20 Januari 2026.
“Saya rasa saya sangat optimis (IHSG 9.000). Karena kalau kita lihat track record belakang, kan pernah tuh saham berapa terus naik berapa kali lipat gitu. Tentunya ya butuh waktu, tapi saya yakin insyaAllah kesempatannya ada,” ujar Boy Thohir.
Menurutnya, prospek pasar modal Indonesia masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuka peluang penguatan IHSG dalam jangka menengah hingga panjang.
“Karena menurut saya, untuk Indonesia di-compare dengan negara-negara Asia Tenggara, kita masih bagus,” ujar Boy Thohir.
Garibaldi Thohir juga menilai kondisi fundamental emiten di Bursa Efek Indonesia masih berada dalam kondisi yang sehat. Ia menyebut perusahaan-perusahaan yang berada dalam kelompok usahanya juga masih menunjukkan kinerja yang solid.
“Basic-nya kan sebetulnya kalau ngelihat perusahaan publik itu kan fundamentalnya gimana, ya kan? Jadi saya lihat overall, at least di grup saya (Adaro Group) fundamentalnya bagus semua. Jadi, nggak ada yang menurut saya mengkhawatirkan,” ujar Boy Thohir.
Ia menambahkan, tantangan berikutnya adalah meningkatkan kepercayaan investor, khususnya investor asing dan investor ritel, melalui penyampaian informasi mengenai kondisi fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI.
“Menurut saya, banyak perusahaan-perusahaan yang bagus, ya kan? Katakanlah tinggal bagaimana kita bisa mengomunikasikannya ke pemegang saham. Terutama mungkin pemegang saham ritel ya, bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan yang ada di bursa itu cukup baik,” ujar Boy Thohir.
Selain itu, ia berharap dukungan pemerintah terhadap perusahaan publik dapat terus diperkuat guna meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar modal nasional.
“Tentunya kita berharap juga support dan dukungan dari pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan publik,” ucap dia.
Pada kesempatan yang sama, BEI juga mencatat debut PT RANS Entertainment Indonesia Tbk melalui IPO dengan melepas 2.525.000.000 saham baru atau setara 20,02 persen modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp170 per saham, perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.
Dalam perdagangan perdana, saham RANS ditutup menyentuh batas kenaikan maksimum harian atau Auto Reject Atas (ARA). Harga saham meningkat 34,12 persen atau 58 poin menjadi Rp228 per saham dari harga penawaran awal Rp170 per saham. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) dalam IPO tersebut, sementara Garibaldi Thohir tercatat memiliki kepemilikan sebesar 34,68 persen di perusahaan sekuritas tersebut.
Optimisme terhadap penguatan IHSG diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia, terutama apabila didukung fundamental emiten yang tetap solid, peningkatan kepercayaan investor, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah terhadap perusahaan publik. []
Redaksi01
