PLUT Kulon Progo Dipacu Jadi Pusat Pengembangan UMKM Naik Kelas

KULON PROGO – Pemerintah memperkuat upaya pengembangan usaha mikro melalui optimalisasi fungsi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Kulon Progo sebagai pusat pelatihan, pendampingan, inkubasi bisnis, hingga perluasan akses pasar. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Saat meninjau PLUT Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (17/07/2026), Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan pemerintah berfokus menyelesaikan dua persoalan utama yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, yakni pembiayaan dan pemasaran.

“Kami dari Kementerian UMKM harus bisa memecahkan masalah aspek pembiayaan dan pemasaran. Untuk usaha mikro, Presiden memerintahkan agar bunga kredit setinggi-tingginya 8 persen,” kata Helvi, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (17/07/2026).

Menurut Helvi, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pemerintah dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung perkembangan UMKM. Melalui PLUT Kulon Progo, pemerintah juga mendorong terjalinnya kemitraan antara pelaku UMKM dengan perusahaan ritel domestik sehingga produk lokal memiliki peluang pasar yang lebih luas.

Selain memperluas pemasaran, pemerintah telah menyiapkan dukungan permodalan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan perbankan nasional. Bagi pelaku usaha mikro, tersedia fasilitas pembiayaan hingga Rp100 juta tanpa agunan untuk membantu pengembangan usaha.

Helvi menilai potensi UMKM di Kulon Progo cukup besar, terutama pada sektor kriya, fesyen, dan kuliner. Menurutnya, penguatan pendampingan dan akses pasar akan menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu meningkatkan skala bisnisnya.

“Potensi UMKM di Kulon Progo, baik kriya, fesyen, maupun kuliner, sangat luar biasa. Ini tinggal didorong agar naik kelas. Kalau usahanya sudah berkembang, otomatis fasilitas permodalan maupun akses pasar akan dibuka lebih luas lagi sesuai kebutuhan,” kata Helvi.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo terus memperkuat pendampingan terhadap pelaku UMKM, termasuk membantu penyelesaian berbagai kendala, seperti perizinan maupun pengembangan usaha. Kementerian UMKM, lanjutnya, siap memfasilitasi kebutuhan tersebut sesuai arahan pemerintah pusat.

“Kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan teman-teman pelaku UMKM harus kita eratkan. Kami berharap pengusaha UMKM Kulon Progo memanfaatkan fasilitas PLUT ini dengan maksimal,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Kulon Progo Ambar Purwoko menyambut baik dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan UMKM di daerahnya. Ia berharap sinergi antara Kementerian UMKM dan Pemkab Kulon Progo dapat terus diperkuat sehingga kesejahteraan pelaku usaha lokal semakin meningkat.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan dukungan Wamen. Dukungan ini sangat berarti bagi UMKM di Kulon Progo agar semakin maju dan naik kelas,” kata Ambar.

Optimalisasi PLUT diharapkan mampu menjadi pusat layanan terpadu yang mempercepat peningkatan kapasitas pelaku UMKM, memperluas akses pembiayaan, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *