Bunga Deposito BRI, BNI, dan Bank Mandiri Bertahan hingga Akhir Juli 2026

JAKARTA – Suku bunga deposito di sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpantau masih bertahan hingga akhir Juli 2026. Kondisi tersebut memberikan kepastian imbal hasil bagi nasabah di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tren suku bunga tinggi yang masih berlangsung.

Berdasarkan pemantauan terhadap layanan resmi perbankan hingga Senin (27/07/2026), sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Senin (27/07/2026), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri belum melakukan penyesuaian suku bunga deposito dibandingkan periode sebelumnya.

Stabilnya suku bunga deposito terjadi setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuannya secara agregat sebesar 100 basis points (bps) pada Juni 2026. Kebijakan tersebut diambil di tengah tekanan inflasi global, pelemahan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).

Di sisi lain, kenaikan suku bunga oleh sejumlah bank sentral dunia, seperti Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Jepang, turut memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter ketat masih akan berlanjut apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Instrumen deposito tetap menjadi pilihan investasi yang diminati karena menawarkan tingkat pengembalian yang pasti serta perlindungan dana oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tingkat bunga penjaminan LPS saat ini berada di level 3,75 persen, meningkat dari sebelumnya 3,50 persen.

Untuk produk deposito, BRI menetapkan setoran awal mulai Rp1 juta melalui layanan perbankan digital dan Rp10 juta melalui kantor cabang. Suku bunga deposito tenor satu bulan mencapai 3,25 persen, sedangkan tenor tiga bulan menawarkan bunga tertinggi sebesar 3,50 persen. Adapun tenor enam bulan hingga 36 bulan dipatok sebesar 3,00 persen.

Sementara itu, BNI menyediakan deposito dengan setoran awal minimal Rp5 juta. Suku bunga tenor satu bulan berada di level 2,25 persen, naik menjadi 2,50 persen untuk tenor tiga bulan, dan mencapai 2,75 persen pada tenor enam bulan. Untuk tenor 12 bulan dan 24 bulan, BNI menetapkan bunga sebesar 2,50 persen.

Bank Mandiri juga mempertahankan kebijakan suku bunga depositonya. Nasabah dapat membuka deposito mulai Rp1 juta melalui aplikasi Livin’ by Mandiri atau Rp10 juta melalui kantor cabang. Suku bunga tenor satu bulan dan tiga bulan berada di level 2,25 persen, sedangkan tenor enam bulan, 12 bulan, dan 24 bulan ditetapkan sebesar 2,50 persen.

Stabilnya penawaran bunga deposito dinilai memperkuat daya tarik produk simpanan perbankan di tengah dinamika pasar keuangan. Dengan tingkat imbal hasil yang telah ditentukan sejak awal serta jaminan dari LPS, deposito masih menjadi salah satu alternatif investasi berisiko rendah bagi masyarakat yang mengutamakan keamanan dana.

Analis memperkirakan kebijakan suku bunga perbankan ke depan akan tetap dipengaruhi perkembangan inflasi, kondisi likuiditas, serta arah kebijakan moneter domestik maupun global. Oleh karena itu, perbankan diperkirakan akan terus menyesuaikan strategi penghimpunan dana sesuai perkembangan pasar. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *