INTI 2026 Hadirkan 14 Sektor Teknologi Strategis untuk Percepat Transformasi Digital
JAKARTA – Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 akan menghadirkan 14 sektor teknologi strategis dalam pameran dan konferensi bisnis (business to business/B2B) yang digelar di Jakarta International Expo pada 11–13 Agustus 2026. Ajang berskala internasional tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, akademisi, pelaku teknologi, hingga perusahaan rintisan (startup) untuk mempercepat transformasi digital nasional.
Pada penyelenggaraan tahun ini, INTI 2026 menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai Official Institutional Partner. Pameran tersebut diharapkan menjadi ruang bertemunya berbagai pemangku kepentingan guna mendorong lahirnya inovasi, investasi, serta pengembangan ekosistem digital yang semakin kompetitif.
Sebanyak 14 sektor teknologi akan ditampilkan dalam pameran tersebut. Sektor-sektor itu meliputi Connectivity & Infrastructure Digital Technology, 5G, Telco & Network Communication, Satellite & Broadcasting, Data Center & Cloud, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Cyber Security & Data Protection, Digital Smart Cities, Financial Technology (Fintech), Digital Banking & Blockchain, Digital Health & MedTech, Smart Mobility, Semiconductor, Electronic & Component, Robotic & Automation, serta Drone Technology & Manufacturing Technology. Kehadiran berbagai sektor tersebut ditujukan untuk membangun ekosistem teknologi yang saling terintegrasi, mulai dari penguatan infrastruktur digital hingga implementasi solusi teknologi di berbagai sektor industri.
Kepala Badan Ekosistem Digital Kadin Indonesia Firlie H. Ganinduto menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam mempercepat transformasi digital nasional. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dilansir Industry, Senin (27/07/2026).
“Transformasi digital membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan para pelaku teknologi. INTI 2026 dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan tersebut, membuka peluang kemitraan, serta mendorong penguatan ekosistem digital Indonesia yang inovatif, terpercaya, dan berdaya saing,” ujar Firlie H. Ganinduto.
Menurut penyelenggara, struktur sektor yang dihadirkan membentuk rantai nilai teknologi secara menyeluruh. Infrastruktur digital menjadi fondasi utama melalui jaringan telekomunikasi, pusat data, dan komputasi cloud. Selanjutnya, teknologi seperti AI, IoT, serta sistem keamanan siber berfungsi sebagai penggerak utama bagi berbagai solusi digital di sektor layanan publik, kesehatan, keuangan, transportasi, hingga industri manufaktur.
Di sektor manufaktur, pengembangan teknologi semikonduktor, robotika, otomasi, serta teknologi drone diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global.
Selain menghadirkan pameran teknologi, INTI 2026 juga menyelenggarakan sejumlah agenda pendukung untuk memperluas peluang kolaborasi bisnis. Salah satunya adalah Immersive Exhibition yang memungkinkan peserta merasakan secara langsung berbagai inovasi melalui demonstrasi interaktif dan pengalaman hands-on terhadap teknologi terbaru.
Rangkaian kegiatan lainnya dikemas dalam Innovation Summit yang menghadirkan diskusi mendalam mengenai berbagai sektor teknologi. Forum tersebut mencakup Telco, Internet & Satellite Summit, Data Center & Cloud Infrastructure Summit, AI & Cybersecurity Summit, Robotics & Drone Manufacture Summit, hingga Electronics & Component Summit. Berbagai forum tersebut diharapkan menjadi wadah bertukar gagasan, memperluas jejaring bisnis, sekaligus mempercepat adopsi teknologi di berbagai sektor ekonomi Indonesia.
Melalui penyelenggaraan INTI 2026, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisi sebagai salah satu pusat pengembangan teknologi dan inovasi di kawasan Asia Tenggara, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis transformasi digital dan kolaborasi lintas industri. []
Redaksi01
