Wall Street Ditutup Beragam, Investor Tunggu Keputusan Suku Bunga The Fed

NEW YORK – Pergerakan indeks saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (28/07/2026) waktu setempat. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menjelang pengumuman kebijakan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) serta publikasi laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi berkapitalisasi besar yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/07/2026).

Data perdagangan menunjukkan indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,03 persen ke level 52.747,53 dan indeks Standard & Poor’s 500 (S&P 500) naik 0,22 persen ke posisi 7.429,22. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham sektor teknologi terkoreksi 0,22 persen menjadi 24.876,91.

Penguatan indeks Dow Jones ditopang kenaikan harga saham Boeing dan Coca-Cola yang mampu mengimbangi pelemahan saham-saham semikonduktor. Di sisi lain, tekanan terhadap saham teknologi masih berlanjut karena investor menunggu laporan keuangan kuartalan dari Apple, Microsoft, Amazon, Meta, dan sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya.

Sentimen negatif terhadap sektor semikonduktor juga memengaruhi pergerakan bursa global. Saham-saham produsen chip di kawasan Asia mengalami tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap persaingan industri semikonduktor dari China serta prospek pembiayaan pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Meski demikian, pelemahan pasar global sempat berkurang selama sesi perdagangan di New York.

Di Korea Selatan, indeks Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) sempat merosot lebih dari 10 persen hingga menyentuh level terendah dalam tiga bulan. Penurunan tersebut mencerminkan aksi jual besar-besaran terhadap saham sektor teknologi setelah sebelumnya indeks itu mencatat lonjakan signifikan dalam kurun satu tahun terakhir.

Sementara itu, indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) All Country World Index turun 0,33 persen ke level 1.104 setelah sebelumnya sempat menyentuh 1.098, yang merupakan posisi terendah sejak 26 Juni. Koreksi tersebut memperlihatkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap valuasi saham-saham berbasis AI yang dinilai telah mengalami kenaikan cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Tekanan terhadap sektor chip semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa China mulai memproduksi mesin litografi Deep Ultraviolet (DUV) buatan dalam negeri. Selain itu, debut positif perusahaan produsen chip memori asal China, CXMT, di pasar saham turut memunculkan kekhawatiran mengenai semakin ketatnya persaingan di industri semikonduktor global.

“Ada kekhawatiran tentang biaya dan tingkat pengaruh yang perlu diambil. Sekarang kita melihat pertanyaan tentang profitabilitas ruang semikonduktor, terutama di Asia,” kata Kepala Pendapatan Multi-Aset (Head of Multi-Asset Income) Schroders, Dorian Carrell, sebagaimana dilansir Reuters pada Selasa (28/07/2026).

Pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan suku bunga The Fed serta laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi yang dikenal sebagai kelompok “Magnificent Seven”. Hasil kinerja emiten tersebut diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan pasar dalam jangka pendek, terutama setelah laporan keuangan Alphabet dan Tesla sebelumnya memicu kekhawatiran investor terhadap prospek sektor teknologi. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *