Bulog Perketat Pengawasan Kualitas Beras, Dirut Sidak Penggilingan di Demak

DEMAK – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum (Perum) Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap menjadi prioritas di tengah meningkatnya stok beras nasional. Untuk memastikan mutu tetap terjaga, Rizal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke mitra maklon penggilingan padi di Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (29/07/2026).

Sidak dilakukan dengan meninjau langsung seluruh tahapan pengolahan gabah hingga menjadi beras. Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap proses produksi memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah sehingga kualitas CBP tetap terjaga selama penyimpanan maupun saat didistribusikan kepada masyarakat.

Rizal mengatakan pengawasan dimulai dari proses penjemuran gabah, penggunaan bed dryer, hingga tahapan penggilingan. Seluruh proses diperiksa untuk memastikan standar operasional dijalankan secara konsisten oleh mitra maklon.

“Nah, itu makanya kami tadi melaksanakan sidak mulai dari ngecek tempat penjemuran, kemudian bed dryer, sampai dengan proses giling dan lain sebagainya,” kata Rizal saat dihubungi di Jakarta, Rabu (29/07/2026), sebagaimana dilansir Antara, Rabu (29/07/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Rizal menilai kualitas beras yang dihasilkan cukup baik. Menurutnya, kondisi tersebut didukung oleh penggunaan gabah yang dipanen pada tingkat kematangan optimal sehingga menghasilkan butiran beras yang lebih utuh dengan tingkat pecah yang rendah.

Ia menegaskan kualitas gabah menjadi faktor penting dalam menjaga mutu beras pemerintah. Semakin baik kualitas gabah dan hasil penggilingan, semakin lama pula daya simpan beras sehingga tetap layak dikonsumsi masyarakat dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Hingga saat ini, lanjut Rizal, stok CBP yang tersimpan di gudang Bulog secara nasional telah mencapai sekitar 5,4 juta ton. Jumlah tersebut mencakup hasil penyerapan gabah petani yang mencapai hampir 3,5 juta ton.

“Nah, ini dengan stok yang besar, maka kami menitikberatkan atau konsentrasi terhadap kualitas beras. Karena apa? Kalau kualitas berasnya jelek, maka daya simpannya akan lebih cepat. Tapi kalau kualitas gabah dan berasnya bagus, maka daya simpannya akan lebih lama dan dinikmati masyarakat juga rasanya juga lebih enak,” tegasnya.

Rizal juga mengingatkan seluruh mitra maklon agar menjaga kepercayaan Perum Bulog dengan memproduksi beras sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Standar tersebut meliputi kadar air maksimal 14 persen, tingkat pecahan maksimal 25 persen, serta kandungan butiran menir sebesar 2 persen.

Bulog menegaskan hanya akan menerima beras yang memenuhi persyaratan kualitas tersebut. Karena itu, pengawasan terhadap seluruh proses produksi akan terus diperkuat untuk menjaga mutu CBP sekaligus memastikan cadangan pangan nasional tetap berkualitas saat disalurkan kepada masyarakat.

“Nah, jangan sampai nanti hasil gilingan mitra maklon itu tidak sesuai dengan standar. Karena standar yang kami terima adalah beras medium, yaitu beras dengan posisi pecahan maksimal 25 persen, kadar air 14 persen dan butiran menirnya 2 persen. Oleh karena itu, harus betul-betul dijaga.” []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *