IHSG Dibuka Menguat ke 6.119, Saham Energi dan Barang Baku Pimpin Reli
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (30/07/2026) di zona hijau dengan kenaikan 29,47 poin atau 0,47 persen ke level 6.119,34. Penguatan indeks didorong dominasi saham yang menguat serta kinerja positif sejumlah sektor utama di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, sebanyak 291 saham tercatat menguat, 111 saham melemah, dan 220 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan sentimen positif yang mewarnai aktivitas perdagangan pada awal sesi.
Dari 11 indeks sektoral, tujuh sektor berhasil mencatatkan penguatan. Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan apresiasi sebesar 1,12 persen, diikuti sektor barang konsumen siklikal yang naik 0,94 persen dan sektor energi yang turut menguat 0,94 persen.
Sebaliknya, empat sektor masih bergerak di zona negatif. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor properti yang terkoreksi 0,30 persen, disusul sektor perindustrian sebesar 0,20 persen dan sektor teknologi yang turun tipis 0,02 persen.
Aktivitas perdagangan pada awal sesi juga menunjukkan likuiditas yang cukup tinggi. Total volume transaksi mencapai 1,54 miliar saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp550,12 miliar.
Pergerakan saham-saham unggulan dalam indeks LQ45 turut menjadi penopang IHSG. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memimpin daftar penguatan dengan kenaikan 3,24 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang menguat 3,06 persen, disusul PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan kenaikan 2,80 persen.
Sementara itu, tekanan jual masih terjadi pada beberapa saham berkapitalisasi besar. PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi saham dengan pelemahan terdalam di kelompok LQ45 setelah turun 2,86 persen. PT Astra International Tbk (ASII) melemah 0,81 persen, sedangkan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terkoreksi 0,71 persen.
Data pembukaan perdagangan tersebut menunjukkan optimisme pasar masih bertahan meski sejumlah sektor belum sepenuhnya pulih. Pergerakan saham berbasis komoditas dan konsumsi menjadi salah satu penopang utama laju indeks pada awal perdagangan, sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis (30/07/2026). []
Redaksi01
