Baznas Kabupaten Probolinggo Membuktikan Kepeduliannya Bagi Penyandang Disabilitas
Penyandang Disabilitas asal Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo yang mendapat bantuan kaki palsu dari Baznas. (Foto : Istimewa)
PROBOLINGGO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo membuktikan kepeduliannya dengan memfasilitasi pembuatan kaki palsu bagi dua penyandang disabilitas dari keluarga dhuafa di Den Mas Sugeng Kaki Palsu (KAPAL), Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Rabu (29/7/2026).
Dua penerima bantuan tersebut berasal dari Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan dan seorang siswa SD asal Desa Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran yang bersekolah di SDN Batur, Kecamatan Gading.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo Drs. H. Achmad Muzammil menjelaskan, semula terdapat tiga calon penerima bantuan yang diajukan. Namun, satu orang mengundurkan diri sehingga hanya dua penyandang disabilitas yang diberangkatkan untuk menjalani proses pembuatan kaki palsu.
“Ada tiga yang diajukan, tetapi satu orang membatalkan sehingga hanya dua yang kami berangkatkan ke Mojokerto. Salah satunya seorang anak SD yang selama ini terus menangis karena kaki palsunya sudah tidak layak digunakan,” ujar Drs. H. Achmad Muzammil.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar memberikan alat bantu berjalan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian untuk mengembalikan semangat dan rasa percaya diri para penyandang disabilitas, terutama anak-anak yang masih menempuh pendidikan.
“Anak-anak penyandang disabilitas membutuhkan perhatian lebih, kami berharap mereka dapat beraktivitas dengan lebih nyaman, kembali percaya diri, bantuan ini bukan sekadar alat bantu, tetapi juga menjadi penyemangat agar mereka bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik,” jelasnya.
Dirinya akan terus melanjutkan program bantuan kaki palsu bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, penyandang disabilitas dari keluarga dhuafa yang membutuhkan bantuan dipersilakan mengajukan permohonan kepada Baznas.
“Kami akan terus berupaya khususnya penyandang disabilitas dari keluarga dhuafa yang membutuhkan kaki palsu, untuk segera mendaftarkan diri ke Baznas. Insya Allah kami masih menyiapkan program lanjutan agar lebih banyak masyarakat yang bisa terbantu,” terangnya.
Selain memberikan bantuan alat bantu disabilitas, Baznas juga menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas agar mampu hidup lebih mandiri dan produktif.
Lebih jauh Drs. H. Achmad Muzammil berharap setiap zakat, infak dan sedekah yang dititipkan masyarakat melalui Baznas dapat memberikan manfaat nyata bagi para mustahik sekaligus menjadi ladang amal jariyah bagi para muzakki.
Program bantuan kaki palsu ini diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bersekolah, bekerja dan menjalani kehidupan secara lebih mandiri tanpa terkendala keterbatasan fisik.(rac)
