Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.013 per Dolar AS, Ikuti Tren Positif Asia
JAKARTA – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Senin (03/08/2026) dengan penguatan tipis di tengah kecenderungan menguatnya mayoritas mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot, rupiah dibuka pada level Rp18.013 per dolar AS atau naik 0,05 persen dibandingkan posisi penutupan Jumat (31/07/2026) di level Rp18.022 per dolar AS.
Penguatan rupiah berlangsung seiring sentimen positif di kawasan Asia, meski laju apresiasinya masih relatif terbatas dibandingkan sejumlah mata uang utama di kawasan.
Berdasarkan data perdagangan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia hingga pukul 09.00 WIB setelah melonjak 0,70 persen terhadap dolar AS. Posisi berikutnya ditempati yen Jepang yang menguat 0,65 persen.
Selain itu, peso Filipina terapresiasi 0,36 persen, disusul baht Thailand sebesar 0,33 persen dan dolar Singapura yang naik 0,16 persen. Yuan China juga menguat 0,03 persen, sementara dolar Taiwan bertambah 0,09 persen dan dolar Hong Kong naik tipis 0,008 persen.
Di antara mata uang utama Asia, hanya ringgit Malaysia yang bergerak di zona negatif dengan pelemahan tipis sebesar 0,01 persen terhadap the greenback.
Pergerakan mata uang regional tersebut menunjukkan sentimen perdagangan di awal pekan cenderung positif, sehingga turut menopang penguatan rupiah meskipun masih dalam rentang yang terbatas.
Data pembukaan perdagangan tersebut disampaikan sebagaimana dilansir Kontan, Senin (03/08/2026), yang mencatat rupiah bergerak searah dengan mayoritas mata uang Asia pada awal sesi perdagangan. []
Redaksi01
