IHSG Melonjak 1,47% ke 6.487,95 di Sesi I
JAKARTA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/08/2026) hingga penutupan sesi I menunjukkan penguatan cukup solid. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 93,83 poin atau 1,47 persen ke level 6.487,95, dengan mayoritas saham bergerak di zona hijau.
Penguatan IHSG terutama ditopang lonjakan sejumlah indeks sektoral. Dari 11 indeks sektoral yang tercatat, 10 sektor menguat, sementara hanya sektor transportasi yang berakhir di zona merah.
Sektor barang baku menjadi penggerak utama bursa pada sesi pertama dengan kenaikan 3,58 persen. Berikutnya, sektor perindustrian menguat 1,80 persen dan sektor barang konsumen siklikal naik 1,74 persen.
Dari sisi jumlah saham, sebanyak 417 saham mengalami kenaikan harga. Sementara itu, 187 saham melemah dan 185 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Aktivitas transaksi juga cukup tinggi. Hingga akhir sesi I, volume perdagangan saham mencapai 22,46 miliar saham dengan nilai transaksi yang tercatat sebesar Rp7,98 triliun.
Pergerakan positif pasar turut terlihat pada kelompok saham yang tergabung dalam indeks LQ45. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi saham dengan kenaikan terbesar, yakni 9,80 persen.
Di posisi berikutnya terdapat PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang menguat 8,76 persen, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kenaikan 7,73 persen.
Sebaliknya, tekanan terbatas terjadi pada sejumlah saham LQ45. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tercatat sebagai saham dengan pelemahan terbesar, yakni 0,39 persen. Kemudian PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0,28 persen.
Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada di posisi stagnan dengan pergerakan 0 persen hingga sesi I.
Kinerja sektoral memperlihatkan bahwa penguatan IHSG tidak hanya ditopang oleh satu kelompok saham. Kenaikan sektor barang baku, perindustrian, dan barang konsumen siklikal menjadi salah satu penanda kuatnya minat beli investor pada perdagangan tengah pekan tersebut.
Data perdagangan tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Kamis (20/08/2026), menunjukkan bahwa penguatan IHSG berlangsung di tengah aktivitas transaksi saham yang cukup besar. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan pada sesi II karena perubahan harga saham dan indeks dapat berlangsung cepat sepanjang perdagangan.
Dengan posisi IHSG yang menguat 1,47 persen pada paruh pertama perdagangan, arah pasar pada akhir sesi menjadi perhatian investor untuk melihat apakah momentum positif tersebut mampu bertahan hingga penutupan perdagangan Kamis. []
Redaksi01
