IHSG Menguat di Sesi I, BUMI Jadi Saham LQ45 Teratas

JAKARTA – Kinerja sektor perindustrian, energi, dan infrastruktur menjadi penopang utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Jumat (21/08/2026). IHSG ditutup naik 33,99 poin atau 0,52% ke level 6.535,57, meski sejumlah sektor seperti kesehatan dan teknologi masih berada di zona merah.

Penguatan pasar saham domestik terjadi ketika mayoritas saham tercatat bergerak positif. Sebanyak 320 saham menguat, sedangkan 268 saham melemah dan 196 saham lainnya stagnan hingga akhir sesi I.

Dari sisi sektoral, indeks sektor perindustrian mencatat kenaikan paling tinggi dengan penguatan 0,87%. Setelah itu, sektor energi naik 0,82% dan sektor infrastruktur bertambah 0,70%. Ketiga sektor tersebut menjadi kelompok yang memberikan dorongan terbesar terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan siang.

Namun, penguatan pasar belum terjadi secara merata. Indeks sektor kesehatan menjadi kelompok dengan penurunan paling dalam, yakni 1,08%. Sektor teknologi juga terkoreksi 0,58%, sedangkan sektor transportasi melemah tipis 0,08%.

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga cukup besar. Hingga penutupan sesi I, volume perdagangan saham mencapai 26,65 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,96 triliun.

Di kelompok saham unggulan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan kenaikan terbesar dalam indeks LQ45. BUMI menguat 4,21% hingga sesi I. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik 2,79% dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang meningkat 2,55%.

Sebaliknya, tekanan terbesar di indeks LQ45 terjadi pada saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Saham KLBF terkoreksi 2,42%. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyusul dengan penurunan 2,14%, sedangkan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah 1,82%.

Pergerakan IHSG tersebut menunjukkan penguatan indeks pada sesi I lebih banyak ditopang oleh kenaikan saham-saham di sektor tertentu, sementara sebagian sektor lainnya masih menghadapi tekanan jual. Kondisi ini membuat penguatan pasar berlangsung dengan dinamika yang berbeda antarindustri.

Data perdagangan juga memperlihatkan adanya minat transaksi yang cukup tinggi dari pelaku pasar. Dengan volume mencapai puluhan miliar saham dan nilai transaksi hampir Rp9 triliun, aktivitas investor pada sesi pertama perdagangan Jumat terbilang aktif.

Informasi mengenai pergerakan IHSG dan saham-saham unggulan tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Jumat, (21/08/2026), menunjukkan bahwa sentimen positif masih mampu membawa indeks ke zona hijau meski tekanan pada sejumlah sektor belum sepenuhnya mereda.

Pergerakan pada sesi II selanjutnya akan menjadi perhatian investor untuk melihat apakah penguatan IHSG dapat dipertahankan hingga penutupan perdagangan. Kinerja sektor yang menjadi penopang indeks serta arah saham-saham berkapitalisasi besar akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan penguatan pasar saham domestik. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *