Puluhan Desa di Barsel dan Barut Alami Pemadaman Listrik 6,5 Jam
BUNTOK – Puluhan desa di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dan satu desa di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), dijadwalkan mengalami penghentian sementara pasokan listrik selama sekitar 6 jam 30 menit pada Jumat (28/08/2026). Warga dan pelaku usaha di wilayah terdampak diminta menyesuaikan aktivitas karena pemadaman akan berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kuala Kapuas, Unit Layanan Pelanggan (ULP) Buntok, menjadwalkan penghentian sementara aliran listrik mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB.
Pemadaman dilakukan untuk mendukung pemeliharaan jaringan distribusi serta pekerjaan perintisan pohon yang tumbuh atau berada dekat dengan jaringan listrik. Selama pekerjaan berlangsung, pasokan listrik di sekitar lokasi pemeliharaan dihentikan sementara sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan keselamatan.
Wilayah terdampak terbesar berada di Barsel. Sejumlah desa yang masuk dalam jadwal penghentian sementara aliran listrik meliputi Desa Rikut Jawu, Desa Pemangka, Desa Teteilanen, Desa Wungkur Baru, Desa Telang Andrau, Desa Baruang, Desa Sungai Telang, Desa Majundre, Desa Dangka, Desa Sarimbah, Desa Ruhing Raya, Desa Tabak Kanilan, Desa Kayumban, Desa Mukahaji, Desa Tamparak, Desa Danau Bambore, Desa Hingan, Desa Maruga, Desa Panarukan, Desa Hulu Tampang, Desa Gunung Rantau, Desa Merawan Lama, Desa Bundar, dan Desa Talekoi.
Selain itu, pemadaman juga dijadwalkan berdampak pada kawasan PT Electra Global serta Desa Patas I, Desa Patas II, Desa Buyui, Desa Bintang Ara, Desa Sungai Paken, Desa Tamparak Layung, Desa Bantai Bambure, dan Desa Rampa Mea.
Sementara itu, Desa Tapen Raya di Barut juga tercantum sebagai wilayah yang terdampak penghentian sementara pasokan listrik. Dengan demikian, warga di wilayah tersebut perlu melakukan persiapan sebelum pemadaman dimulai pada Jumat pagi.
Masyarakat yang mengandalkan listrik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan usaha disarankan memanfaatkan waktu sebelum pukul 08.30 WIB untuk menyiapkan berbagai kebutuhan. Pengisian daya telepon seluler, komputer jinjing, perangkat komunikasi, dan peralatan lain dapat dilakukan lebih awal agar aktivitas tetap dapat berlangsung selama pasokan listrik dihentikan.
Bagi warga yang menggunakan pompa air serta pelaku usaha yang mengoperasikan mesin atau perangkat berbasis listrik, penyesuaian jadwal kegiatan juga perlu dilakukan. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan gangguan selama proses pemeliharaan berlangsung.
Masyarakat juga dapat mengamankan peralatan elektronik dengan mematikan atau mencabut perangkat dari sumber listrik sebelum pemadaman dimulai. Langkah sederhana itu dapat dilakukan untuk mengantisipasi gangguan ketika pasokan listrik kembali dialirkan.
Pemeliharaan jaringan dan perintisan pohon dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mengurangi potensi gangguan pada jaringan. Vegetasi yang tumbuh mendekati jaringan dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengganggu distribusi listrik apabila tidak ditangani.
PLN melalui ULP Buntok juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pekerjaan pemeliharaan berlangsung. Informasi mengenai kegiatan pemeliharaan tersebut dapat diperoleh masyarakat melalui kanal layanan PLN, termasuk akun Instagram @pln.buntok, sebagaimana diberitakan Tribuntrends, Jumat, (28/08/2026).
Dengan cakupan pemadaman yang melibatkan puluhan desa di Barsel dan satu wilayah di Barut, masyarakat diharapkan dapat mengatur kegiatan sejak sebelum pekerjaan dimulai. Persiapan kebutuhan listrik dan penyesuaian aktivitas menjadi langkah penting agar penghentian sementara pasokan listrik selama sekitar 6,5 jam tersebut tidak menimbulkan gangguan yang lebih besar bagi kegiatan rumah tangga maupun perekonomian warga. []
Redaksi01
