Warga Pandan Sari Serbu Pasar Murah, Beras Mulai Rp42 Ribu
BANJAR – Upaya menjaga daya beli masyarakat menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Banjar melalui program pasar murah yang menyasar sejumlah desa di wilayah tersebut. Salah satunya berlangsung di Desa Pandan Sari, Kecamatan Tatah Makmur, Kamis (03/09/2026), dengan menyediakan kebutuhan pokok bersubsidi serta komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Program yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar itu menjadi bagian dari rangkaian pasar murah yang dilaksanakan di 20 lokasi pada 10 kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 19 Agustus hingga 14 September 2026 sebagai salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Seksi (Kasi) Barang Pokok dan Barang Penting (Bapokting) DKUMPP Kabupaten Banjar, Elok Yuli S, mengatakan setiap desa mendapatkan alokasi 200 paket kebutuhan pokok bersubsidi. Paket tersebut berisi gula, minyak, tepung, dan telur dengan subsidi Rp5.000 untuk setiap item.
“Setiap desa kita siapkan 200 paket terdiri dari gula, minyak, tepung dan telor, dengan subsidi per item Rp5 ribu,” terang Elok.
Selain paket bersubsidi, pasar murah di Pandan Sari juga menyediakan berbagai kebutuhan pangan dan rumah tangga. Komoditas yang ditawarkan antara lain beras, ikan patin, ikan nila, sayuran, bawang merah, bawang putih, makanan ringan, minuman, hingga perlengkapan rumah tangga.
Beras menjadi salah satu komoditas yang paling diminati warga. Panitia menyediakan 100 bungkus beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp58.000 per bungkus. Sebanyak 100 bungkus beras lokal juga disediakan dengan harga Rp42.000 per bungkus.
Kehadiran pasar murah tersebut turut melibatkan sejumlah pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta distributor. Beberapa di antaranya Primamart, produsen aneka camilan, Mayora, Sirup Fresh, Teh Gunung Satria, Sosro/Poci, Bonteh, Finna Uleg, Marie Regal, serta pedagang berbagai perlengkapan seperti lampu, senter, dan kipas angin.
Dari sisi pemerintah wilayah, kegiatan tersebut turut dipantau jajaran Kecamatan Tatah Makmur. Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Yanti dan Kasi Pemberdayaan Husaini berada di lokasi untuk mendampingi sekaligus memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana.
Pasar murah itu juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad. Kehadiran berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah memberikan kesempatan kepada warga untuk berbelanja sekaligus mengikuti kegiatan yang berlangsung di lingkungan desa.
Sebagaimana diberitakan Kalimantan Post, Kamis, (03/09/2026), warga menyambut pelaksanaan pasar murah tersebut karena dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi ketika halaman Kantor Desa Pandan Sari mulai dipadati warga yang hendak memperoleh kebutuhan pokok dan produk rumah tangga.
Pambakal Desa Pandan Sari, Yanto Sudarmanto, menyampaikan apresiasi karena desanya mendapat kesempatan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut.
“Terima kasih saya ucapkan, karena ini pertama kali diadakan Pasar Murah di desa kami,” ucap Yanto.
Menurut Yanto, keberadaan pasar murah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama ketika pemerintah sedang berupaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di desanya agar akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau dapat terus tersedia.
Dari sisi kebijakan, pelaksanaan pasar murah di berbagai lokasi menunjukkan upaya pemerintah tidak hanya mengendalikan harga melalui kebijakan makro, tetapi juga menghadirkan intervensi yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Subsidi pada sejumlah komoditas menjadi salah satu instrumen untuk membantu mempertahankan daya beli, sementara keterlibatan UKM dan distributor memperluas pilihan barang yang tersedia bagi konsumen.
Dengan pelaksanaan yang masih berlangsung hingga 14 September 2026, pasar murah diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Banjar. Perluasan lokasi kegiatan juga menjadi bagian penting agar manfaat program tidak hanya dirasakan warga di pusat wilayah, tetapi menjangkau masyarakat desa yang membutuhkan akses terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. []
Redaksi01
