BUMD Sumsel Didorong Saling Bersinergi Perluas Akses Usaha
PALEMBANG – Sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sumatera Selatan (Sumsel) didorong membangun kerja sama lintas perusahaan untuk memperluas akses pembiayaan, pasar, dan peluang usaha. Kolaborasi dinilai dapat menjadi strategi agar perusahaan daerah tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Coffee Morning Sinergi BUMD yang mempertemukan sejumlah perusahaan daerah di lantai 15 Gedung Bank Sumsel Babel (BSB), Jumat (11/09/2026).
Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Sumsel Basaruddin Ahmad mengatakan kondisi BUMD di Sumsel cukup beragam. Sebagian masih menghadapi persoalan bisnis, sementara lainnya telah relatif sehat tetapi masih membutuhkan penguatan modal dan pengembangan usaha.
Menurut Basaruddin, pertukaran pengalaman antar-BUMD diperlukan agar persoalan yang dihadapi satu perusahaan dapat menjadi pembelajaran bagi perusahaan lainnya.
“Ini yang kami coba, bagaimana BUMD bisa menjadi leader untuk saling bertukar cerita. Penyakitnya apa, obatnya apa, sehingga bisa menjadi pembelajaran bagi BUMD lainnya,” kata Basaruddin di sela kegiatan.
Sumsel memiliki sekitar 15 BUMD beserta anak perusahaan yang dinilai memiliki ruang untuk mengembangkan kerja sama. Salah satu potensi yang dibahas adalah pemanfaatan kekuatan masing-masing perusahaan untuk membangun ekosistem usaha yang lebih terintegrasi.
“BSB sudah 63 tahun. Kita punya kemampuan untuk bersinergi dengan BUMD lain. Ke depan, kita mulai melihat titik-titik mana yang bisa disinergikan dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Sejumlah perusahaan yang disebut berpotensi terlibat dalam kolaborasi antara lain BSB, Jamkrida Sumsel, PT Swarna Dwipa, dan BPR. Kerja sama antarlembaga tersebut diharapkan dapat membuka akses pembiayaan sekaligus mendukung pengembangan usaha di berbagai sektor.
Di sisi lain, Direktur Utama (Dirut) BSB Muhammad Suryadi menilai perusahaan daerah perlu mengambil posisi yang lebih aktif dalam pembangunan ekonomi. Menurut dia, keberadaan BUMD seharusnya tidak berhenti pada fungsi bisnis, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
“BUMD tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi di segala sektor. Di antaranya sektor logistik, BUMD harus bisa memotong birokrasi agar BUMD bisa maju,” kata Suryadi.
Suryadi mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan keahlian dari berbagai pihak juga diperlukan untuk memperkuat daya saing perusahaan daerah. Profesionalisme pengelolaan yang dibarengi kerja sama antar-BUMD dinilai menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan kontribusi yang lebih nyata.
Ia menegaskan arah pengembangan BUMD ke depan tidak sebatas mempertahankan keberadaan perusahaan, tetapi membangun badan usaha yang sehat, kuat, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian daerah.
“Kalau perlu, kita punya BUMD yang hebat dan memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan daerah,” tegasnya, sebagaimana diberitakan Rmol Sumsel, Jumat, (11/09/2026). []
Redaksi01
