Pertamina Siapkan Infrastruktur Hadapi Era Bensin Berbasis Etanol

YOGYAKARTA – Peralihan menuju bahan bakar minyak (BBM) berbasis etanol mulai mendorong Pertamina Patra Niaga menyiapkan infrastruktur distribusi sejak dini. Kesiapan tersebut dilakukan melalui pengembangan distribusi Pertamax Green 95 sebagai bagian dari tahapan menuju penerapan campuran etanol pada bensin secara lebih luas.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan infrastruktur menjadi salah satu aspek penting yang harus disiapkan sebelum kebijakan mandatori bioetanol diterapkan pemerintah. Menurut dia, proses pembangunan dan penyesuaian infrastruktur membutuhkan waktu sehingga persiapan dilakukan secara bertahap.

“Jadi ini (Pertamax Green 95) kesiapan Pertamina Patra Niaga untuk bisa nanti menggunakan etanol di dalam produk gasolinnya,” ujar Eko dalam acara temu media di Yogyakarta, Jumat (11/09/2026).

Saat ini, distribusi Pertamax Green 95 masih terpusat di Pulau Jawa. Produk tersebut menjadi salah satu langkah Pertamina Patra Niaga dalam mempersiapkan sistem distribusi untuk mendukung penggunaan etanol pada produk bensin.

Eko mengatakan pemerintah masih menyusun kebijakan penerapan bioetanol. Ia memperkirakan dalam satu hingga dua tahun mendatang seluruh produk bensin dapat mulai berbasis etanol.

Persiapan infrastruktur dinilai penting karena penerapan kebijakan tersebut tidak dapat dilakukan secara instan. Pertamina memanfaatkan distribusi Pertamax Green 95 sebagai bagian dari proses transisi sebelum penggunaan etanol diperluas.

“Ini juga salah satu bagian dari transisi energi atau penggunaan nabati berbasis etanol untuk BBM, khususnya yang BBM gasoline,” ujar Eko, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (11/09/2026).

Pemerintah menargetkan campuran etanol 10 persen dalam BBM atau E10 mulai diterapkan pada 2027. Kebijakan tersebut disiapkan sebagai tahap awal sebelum peningkatan kadar campuran menuju E20.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah mengkaji kebijakan mandatori etanol sejak 2025. Kajian tersebut kini disebut hampir rampung dan akan menjadi dasar penyusunan peta jalan penerapan E20 yang ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga 2028-2029.

Penerapan campuran etanol tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, terutama bensin. Dengan persiapan infrastruktur yang dilakukan sejak tahap awal, Pertamina diharapkan dapat mengikuti perubahan kebijakan energi sekaligus mendukung perluasan penggunaan bahan bakar berbasis nabati di dalam negeri. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *