IHSG Terpukul, 517 Saham Berguguran di Sesi I

JAKARTA – Tekanan jual mewarnai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir sesi pertama Jumat (25/09/2026), dengan 517 saham tercatat turun dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,55 persen ke level 6.263,729.

Pada pukul 11.30 WIB, IHSG melemah 34,878 poin dari posisi sebelumnya. Pelemahan tersebut terjadi ketika hampir seluruh indeks sektoral berada di zona merah.

IDX Sektor Perindustrian menjadi sektor dengan penurunan paling dalam, yakni 2,07 persen. Tekanan berikutnya terjadi pada IDX Sektor Infrastruktur yang turun 1,32 persen, IDX Sektor Properti dan Real Estate melemah 1,02 persen, serta IDX Sektor Transportasi & Logistik terkoreksi 0,62 persen.

Penurunan juga terjadi pada IDX Sektor Kesehatan sebesar 0,62 persen, IDX Sektor Barang Konsumen Primer 0,57 persen, dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer 0,55 persen.

Sementara itu, IDX Sektor Energi turun 0,54 persen, IDX Sektor Barang Baku melemah 0,41 persen, sedangkan IDX Sektor Keuangan terkoreksi 0,4 persen.

Berbeda dengan mayoritas sektor tersebut, IDX Sektor Teknologi justru menjadi satu-satunya indeks sektoral yang menguat. Sektor ini naik 0,19 persen hingga akhir sesi pertama.

Di jajaran saham yang tergabung dalam indeks LQ45, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menjadi salah satu saham dengan pelemahan terbesar, yakni 3,36 persen. Penurunan berikutnya terjadi pada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebesar 3,23 persen dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar 2,32 persen.

Di sisi lain, sejumlah saham LQ45 masih mampu mencatatkan penguatan. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 2,2 persen, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 1,97 persen, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 1,95 persen.

Aktivitas perdagangan hingga jeda siang mencatat volume transaksi 20,97 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp4,51 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 517 saham turun harga, 140 saham menguat, dan 130 saham bergerak stagnan.

Data tersebut menunjukkan tekanan pasar tidak hanya tercermin dari pergerakan IHSG, tetapi juga dari luasnya jumlah saham yang terkoreksi. Kondisi itu berlangsung ketika hanya sektor teknologi yang mampu bertahan di zona penguatan hingga akhir perdagangan sesi pertama, sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat, (25/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *