Bulog Salurkan 8,2 Juta Kg Beras untuk Warga Cilacap

CILACAP – Sebanyak 275.233 warga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi penerima bantuan pangan beras periode Juli-September 2026 dengan total alokasi mencapai 8.256.990 kilogram. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses pangan masyarakat melalui pemanfaatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Direktur Utama (Dirut) Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bantuan pangan secara nasional menyasar sekitar 33,2 juta penerima manfaat. Di Cilacap, bantuan disalurkan kepada masyarakat yang telah ditetapkan berdasarkan data penerima yang diverifikasi pemerintah.

Penyaluran secara simbolis dilakukan di Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (26/09/2026), dengan salah satu kelompok penerima berasal dari Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan. Kelompok tersebut terdiri atas 1.629 penerima dengan total alokasi 48.870 kilogram beras untuk periode tiga bulan.

Ahmad Rizal mengatakan penerima bantuan ditentukan berdasarkan data masyarakat yang berada dalam desil 1 sampai desil 4 dan telah melalui verifikasi Kementerian Sosial (Kemensos).

“Data yang menerima adalah yang sudah diverifikasi oleh Kementerian Sosial. Alhamdulillah ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” katanya, sebagaimana diberitakan Inilah, Sabtu (26/09/2026).

Bantuan tersebut dinilai memiliki arti penting bagi penerima manfaat karena harga beras di tingkat masyarakat disebut telah berada di kisaran Rp15.000 per kilogram. Salah seorang penerima bantuan pangan (PBP), Parinah, mengaku bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Alhamdulillah sangat membantu, saya sudah beberapa kali menerima bantuan pangan. Periode sebelumnya mendapatkan 20 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan,” katanya.

Pemerintah juga berencana melanjutkan penyaluran bantuan pangan beras untuk periode Oktober-Desember 2026 sesuai arahan Presiden Republik Indonesia (RI). Bulog akan kembali menjalankan distribusi bantuan melalui jaringan yang tersedia di berbagai daerah.

“Bantuan Pangan Beras ini merupakan bentuk perhatian Presiden RI dalam menjaga ketahanan pangan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Bulog akan terus bergerak menjalankan amanah untuk menyalurkan bantuan hingga periode Oktober sampai Desember 2026 sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Rizal, program bantuan pangan juga menjadi bagian dari langkah pemerintah menghadapi dinamika kondisi cuaca, termasuk periode musim kemarau. Ketersediaan beras melalui cadangan pemerintah diharapkan dapat membantu menjaga akses masyarakat terhadap pangan.

Dalam penyalurannya, Bulog bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran. Selain distribusi bantuan pangan, kegiatan di Cilacap juga dirangkaikan dengan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Bulog.

Program TJSL tersebut berupa penyerahan beras premium kemasan 5 kilogram kepada pengemudi ojek daring (ojol), serta bingkisan dan tali asih bagi anak yatim piatu.

Di sisi lain, Ahmad Rizal menegaskan beras bantuan pemerintah diperuntukkan bagi penerima manfaat dan tidak boleh diperjualbelikan. Ketentuan tersebut bertujuan memastikan bantuan yang berasal dari subsidi pemerintah benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.

“Berhubung bantuan pangan adalah subsidi dari pemerintah, tidak boleh diperjualbelikan di pasar ataupun kepada siapa pun. Jadi harus dinikmati oleh penerima manfaatnya sendiri,” ujar Ahmad Rizal menegaskan.

Dengan cakupan penerima yang luas dan rencana kelanjutan distribusi hingga akhir 2026, bantuan pangan beras diharapkan dapat mempertahankan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus memperkuat peran cadangan beras pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *