Bursa Australia Tertekan Jelang Keputusan Suku Bunga RBA

AUSTRALIA – Bursa saham Australia bergerak melemah pada perdagangan Selasa, 29 September 2026, ketika investor menahan diri menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). Indeks S&P/ASX 200 turun 0,1 persen menjadi 8.670,10 pada pukul 00.33 GMT, setelah sehari sebelumnya ditutup menguat 0,2 persen.

Pergerakan pasar dipengaruhi ekspektasi bahwa RBA akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,60 persen. Jika keputusan tersebut terealisasi, kenaikan itu menjadi yang keempat dilakukan RBA sepanjang 2026.

Investor tidak hanya mencermati besaran kenaikan suku bunga, tetapi juga pernyataan RBA setelah keputusan diumumkan. Pernyataan tersebut dinilai penting untuk membaca arah kebijakan moneter berikutnya, terutama terkait kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lanjutan.

Perhatian pasar semakin tertuju pada data inflasi Australia untuk Agustus yang dijadwalkan dirilis pada Rabu, 30 September 2026. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting setelah inflasi inti pada Juli tercatat lebih kuat dari perkiraan dan kembali memunculkan kekhawatiran mengenai tekanan harga yang masih bertahan.

Tekanan terbesar terlihat pada sejumlah sektor utama. Saham sektor keuangan turun 0,5 persen, dengan empat bank besar Australia atau Big Four masing-masing terkoreksi antara 0,4 persen hingga 0,6 persen.

Sektor energi juga melemah 0,8 persen dan berada pada level terendah sejak pertengahan Agustus. Sementara itu, sektor pertambangan emas turun 0,5 persen setelah harga emas dunia menyentuh level terendah dalam tujuh pekan.

Sektor pertambangan secara keseluruhan masih mencatat kenaikan 0,4 persen. Sebaliknya, sektor properti dan barang konsumsi primer masing-masing turun 0,9 persen dan 0,5 persen.

Di tengah tekanan tersebut, sektor kesehatan menjadi salah satu penopang bursa setelah naik 0,7 persen dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Februari. Saham teknologi juga menguat hingga 4 persen setelah melemah selama dua sesi perdagangan sebelumnya.

Salah satu penggerak utama sektor teknologi adalah Megaport yang sahamnya melonjak hingga 20,5 persen. Penguatan terjadi setelah perusahaan mengamankan tiga kontrak infrastruktur artificial intelligence (AI) dengan total nilai A$978,6 juta atau sekitar US$686,19 juta. Megaport juga menaikkan proyeksi kinerja keuangannya untuk 2027.

Pergerakan positif lainnya datang dari Codan. Saham perusahaan tersebut melonjak 17,9 persen ke rekor A$61,30 setelah memperkirakan laba bersih setelah pajak tahunan mencapai A$160 juta, meningkat dari A$71,2 juta pada tahun sebelumnya.

Di kawasan regional, bursa Selandia Baru turut mengalami tekanan. Indeks acuan S&P/NZX 50 turun 0,5 persen menjadi 13.755,90.

Pergerakan bursa Australia selanjutnya akan dipengaruhi keputusan RBA serta respons investor terhadap sinyal kebijakan moneter dan data inflasi terbaru. Informasi mengenai pelemahan indeks dan dinamika sektor tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa, (29/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *