Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS pada Awal Perdagangan

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Selasa, 29 September 2026, hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah di pasar spot dibuka pada Rp18.000 per dolar AS, melemah 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.978 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi ketika mayoritas mata uang Asia juga bergerak di zona merah terhadap dolar AS. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan yang relatif luas di pasar valuta asing kawasan pada perdagangan pagi.

Hingga pukul 09.00 WIB, baht Thailand mencatat pelemahan terdalam di Asia dengan turun 0,18 persen. Setelah itu, dolar Taiwan terkoreksi 0,11 persen dan dolar Singapura melemah 0,05 persen.

Ringgit Malaysia dan yen Jepang masing-masing turun 0,04 persen. Sementara won Korea Selatan terkoreksi tipis 0,007 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih mampu menguat. Peso Filipina mencatat penguatan terbesar dengan naik 0,21 persen. Yuan China menguat 0,06 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik tipis 0,008 persen.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang Asia tidak berlangsung seragam. Sebagian mata uang melemah terhadap dolar AS, sementara mata uang lainnya masih mencatat penguatan pada awal perdagangan.

Bagi pasar domestik, posisi rupiah di level Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian karena nilai tukar merupakan salah satu indikator penting dalam aktivitas perdagangan dan pasar keuangan. Pergerakan rupiah selanjutnya akan mengikuti dinamika pasar valuta asing sepanjang sesi perdagangan, sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa, (29/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *