215 KDKMP di Babel Rampung Dibangun, 188 Masih Menunggu Verval
PANGKALPINANG – Sebanyak 215 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyelesaikan pembangunan gerai dan gudang, tetapi 188 koperasi masih menunggu proses verifikasi dan validasi (verval) sebelum dapat dipastikan memenuhi ketentuan pembangunan.
Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Verifikasi dan Validasi Pembangunan Gerai dan Gudang KDKMP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang digelar di Hotel Grand Safran, Rabu (30/09/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mempercepat pemeriksaan kesiapan sarana koperasi agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan usaha masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Arie Primajaya yang mewakili Ketua Tim Verval Pembangunan Gerai KDKMP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pembangunan fisik menjadi tahapan penting sebelum koperasi memasuki tahap operasional dan pengembangan usaha.
“Pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta kelengkapan sarana dan prasarana merupakan tahapan penting untuk mendukung kesiapan KDKMP menuju operasionalisasi dan pengembangan kegiatan usaha,” ujar Arie saat membuka Rakor Verval Pembangunan Gudang KDKMP di Babel, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (30/09/2026).
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (SIMKOPDES), dari seluruh KDKMP yang masuk dalam pendataan, sebanyak 215 koperasi telah menyelesaikan pembangunan. Sebanyak 188 KDKMP masih menunggu verval, 15 KDKMP sedang menjalani proses verval, sedangkan 12 KDKMP telah menyelesaikan tahapan verifikasi dan validasi.
Verval dilakukan melalui pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan langsung di lapangan. Pemeriksaan mencakup kondisi gerai, pergudangan, serta kelengkapan sarana dan prasarana untuk memastikan kesesuaian antara dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, dan kondisi faktual.
“Karena itu, proses verifikasi dan validasi diperlukan untuk memastikan hasil pembangunan sesuai dengan pedoman teknis dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Arie mengatakan KDKMP dirancang sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, keberadaan gerai dan gudang tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari kesiapan koperasi menjalankan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Pelaksanaan verval mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025, Pedoman Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2026, serta Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026. Landasan tersebut menjadi rujukan dalam memastikan pemeriksaan dilaksanakan sesuai ketentuan.
Arie menekankan seluruh proses pemeriksaan harus dilakukan secara objektif, transparan, akuntabel, dan berbasis bukti. Hal itu diperlukan agar hasil verval dapat dipertanggungjawabkan serta menjadi dasar dalam menentukan kesiapan masing-masing KDKMP.
“Melalui rapat koordinasi ini, saya berharap seluruh Tim Verifikasi dan Validasi Kabupaten/Kota memiliki pemahaman dan persepsi yang sama dalam melaksanakan pemeriksaan,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan, seluruh Surat Keputusan (SK) Tim Verifikasi dan Validasi dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah lengkap. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk menjalankan pemeriksaan secara terarah dan sesuai kewenangan masing-masing.
Rapat koordinasi juga mempertemukan Tim Pemantauan Verval Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan Komando Resor Militer (Korem) Garuda Jaya, perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) se-Bangka Belitung, tim verval kabupaten/kota, serta perwakilan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Arie mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam mempercepat proses verval. Ia berharap percepatan tersebut tetap dilakukan dengan mengutamakan ketelitian, koordinasi, dan akuntabilitas agar gerai, gudang, serta sarana pendukung yang telah dibangun benar-benar sesuai ketentuan dan siap digunakan untuk mengembangkan kegiatan usaha koperasi.
Kesiapan infrastruktur tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi dan pembangunan fisik, tetapi berlanjut pada operasional KDKMP yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa dan kelurahan.
“Validasi data kita junjung, Gerai Koperasi siap jadi kebanggaan,” demikian pesan yang disampaikan dalam penutupan sambutan Kepala DKUKM Babel. []
Redaksi01
