Tembus 8.000 Pengakses, Terpadu Digital Kutim Bidik 50.000 Pengguna

Terpadu Digital Kutim telah mencatat sekitar 8.000 pengakses atau melampaui target awal 5.000, sementara Diskominfo Staper Kutim membidik hingga 50.000 pengakses dalam satu hingga dua tahun ke depan.

ADVERTORIAL – Aplikasi Terpadu Digital Kutim yang dikembangkan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat sekitar 8.000 pengakses dalam tiga bulan awal pemanfaatannya. Capaian tersebut melampaui target awal sebanyak 5.000 pengakses dan menjadi pijakan pemerintah daerah untuk memperluas penggunaan layanan digital hingga 50.000 pengakses dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Staper Kutim Ronny Bonar mengatakan, target penggunaan Terpadu Digital Kutim selanjutnya diarahkan mencapai 25.000 pengakses dalam jangka menengah. Adapun target jangka panjang dipatok sekitar 50.000 pengakses.

Capaian tersebut menunjukkan ruang pemanfaatan layanan digital pemerintah masih terbuka luas. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Badan Pusat Statistik (BPS) semester terakhir 2026, jumlah penduduk Kutim disebut mencapai 471.428 jiwa.

Terpadu Digital Kutim dikembangkan sebagai satu pintu untuk memudahkan masyarakat menemukan berbagai layanan pemerintah yang sebelumnya tersebar pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Saat ini, sebanyak 15 aplikasi milik 10 OPD telah dihimpun dalam portal tersebut. Pengintegrasian itu dilakukan agar masyarakat tidak lagi harus mencari dan membuka layanan pemerintah secara terpisah.

“Awalnya konsepnya adalah bagaimana selama ini kan punyanya Siap Kawal, punya Disdukcapil, masing-masing punya. Bingung kan yang mana. Tapi dengan terpadu, dia buka, cek, semuanya terkumpul jadi satu menyatukan,” kata Ronny, Selasa (29/09/2026).

Selain mengintegrasikan layanan OPD, Terpadu Digital Kutim juga menyediakan materi pembelajaran dan literasi digital. Materi tersebut mencakup penanganan hoaks, perlindungan diri di ruang digital, hingga pelatihan melalui Learning Management System (LMS).

Keberadaan LMS memungkinkan pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) menjangkau peserta yang lebih luas tanpa seluruhnya harus mengikuti kegiatan secara tatap muka. Skema tersebut sekaligus dimanfaatkan Diskominfo Staper Kutim untuk menyesuaikan penyelenggaraan pelatihan dengan kondisi anggaran daerah.

“Dalam kondisi efisiensi ini kan bimtek-bimtek itu membutuhkan biaya. Nah, dengan adanya aplikasi tersebut ya sudah membantu mengurangi pembiayaan tersebut karena dia bisa secara online atau berlatih secara online,” ujar Ronny Bonar saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (29/09/2026).

Ronny mencontohkan, apabila kebutuhan peserta Bimtek mencapai 200 orang, sementara anggaran hanya mampu membiayai 75 peserta secara langsung, peserta lainnya tetap dapat mengakses modul pembelajaran melalui aplikasi.

Skema tersebut memungkinkan akses terhadap materi pelatihan tetap diperluas tanpa seluruh peserta harus dibebankan pada pembiayaan kegiatan secara tatap muka.

Menurut Ronny, pengembangan transformasi digital juga tidak harus selalu dilakukan dengan menciptakan aplikasi baru. Sistem dan layanan yang telah tersedia dapat dihimpun serta dioptimalkan agar memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat.

“Perubahan itu tidak harus baru dan tidak harus membuat baru. Tapi bagaimana kita memanfaatkan kondisi yang ada tanpa membutuhkan biaya yang besar, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan transformasi digital itu secara maksimal,” pungkas Ronny.

Dengan capaian sekitar 8.000 pengakses dan integrasi 15 aplikasi dari 10 OPD, Diskominfo Staper Kutim kini menghadapi tantangan untuk memperluas pemanfaatan Terpadu Digital Kutim menuju target 25.000 hingga 50.000 pengakses. Pengembangan portal tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan pemerintah, meningkatkan literasi digital, sekaligus memperluas akses pelatihan dengan penggunaan anggaran yang lebih efisien. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *