Pasokan Seret, Pemko Padang Siapkan Operasi Pasar Murah

PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyiapkan langkah pengamanan pasokan cabai dari daerah yang mengalami surplus produksi untuk menekan kenaikan harga komoditas tersebut. Upaya itu akan dilakukan bersamaan dengan rencana operasi pasar murah pada pekan ketiga Oktober 2026 jika tekanan inflasi dan harga kebutuhan pokok masih tinggi.

Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan kondisi pasokan cabai menjadi salah satu perhatian utama Pemko Padang karena kebutuhan di pasar mencapai sekitar 200 hingga 300 kilogram per hari, sementara pasokan yang masuk saat ini belum mencukupi kebutuhan tersebut.

“Di minggu ketiga kita lihat inflasi di awal bulan Oktober, apakah masih 3,96. Kalau masih 3,96, kita gelar pasar murah,” kata Fizlan, sebagaimana diberitakan Langgam, Kamis, (01/10/2026).

Menurut Fizlan, Pemko Padang akan memantau pergerakan harga cabai merah dan cabai rawit dalam dua pekan pertama Oktober. Jika kenaikan harga berlanjut, koordinasi dengan pemangku kepentingan dan distributor akan dilakukan untuk menentukan lokasi serta mekanisme intervensi harga.

Langkah tersebut tidak hanya mengandalkan operasi pasar di pasar tradisional. Pemko Padang berencana menempatkan titik penjualan komoditas di lokasi yang lebih dekat dengan masyarakat agar akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau semakin mudah.

“Jadi nanti kita koordinasikan dengan stakeholder dan distributor untuk mencari titik-titik support menekan harga, tidak di pasar, tapi di titik-titik yang lebih mendekatkan ke masyarakat,” ujarnya.

Selain cabai merah dan cabai rawit, operasi pasar murah juga akan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok lain, seperti beras, minyak goreng, gula, kentang, dan komoditas lainnya.

Fokus terhadap cabai dilakukan karena berkurangnya pasokan disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga. Selama ini, kebutuhan cabai rawit di Padang antara lain dipenuhi dari sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Medan.

Untuk memperkuat pasokan, Pemko Padang akan mencari daerah penghasil dengan produksi cabai yang melebihi kebutuhan lokal. Pasokan dari wilayah tersebut diharapkan dapat dialihkan ke Padang sehingga kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan komoditas dapat ditekan.

“Kita tentu mencari daerah-daerah penghasil yang produksinya surplus yang kita minta bantu untuk masuk ke Kota Padang untuk menekan harga yang ada di pasar kita,” ungkapnya.

Pemko Padang juga akan menjajaki kerja sama dengan daerah penghasil yang memiliki surplus cabai dan komoditas kebutuhan pokok lainnya. Selain menambah pasokan, kerja sama antardaerah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi menuju Padang.

Fizlan mengatakan berkurangnya produksi cabai belum dapat dipastikan berkaitan dengan bencana. Menurutnya, penurunan produksi dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk serangan hama dan kondisi produksi petani di daerah asal.

“Kalau bencana kita belum bisa pastikan. Yang terjadi itu adalah produksinya, terkait hama dan lainnya. Karena pengaruh dari produksi ini bukan hanya bencana saja,” jelasnya.

Di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, masyarakat juga diimbau tidak melakukan panic buying. Pemko Padang meminta masyarakat membeli bahan pangan sesuai kebutuhan sembari menunggu langkah penguatan pasokan dan intervensi harga yang disiapkan pemerintah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *