KPR FLPP Tawarkan Cicilan Rumah ASN Tanjungpinang Rp1 Jutaan

TANJUNGPINANG – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tanjungpinang yang belum memiliki rumah pertama mendapat informasi mengenai pilihan pembiayaan rumah subsidi melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri), simulasi yang disampaikan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menunjukkan rumah dengan harga maksimal sekitar Rp170 juta dapat dicicil sekitar Rp1 jutaan per bulan dengan tenor 20 tahun.

Informasi tersebut disampaikan dalam sosialisasi KPR Sejahtera FLPP yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang bersama BP Tapera di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (01/10/2026).

Senior Vice President Pemasaran Pembiayaan I BP Tapera Mungki Indriati Prativi mengatakan program KPR Sejahtera FLPP merupakan salah satu skema yang dapat digunakan masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh rumah pertama. Program tersebut telah berjalan sejak 2010 dan diarahkan membantu mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan kepemilikan rumah.

“Di Kepri ini dengan penghasilan itu untuk simulasi angsuran 20 tahun, perumahan maksimal harga Rp170 juta, Bapak Ibu bisa mengangsur Rp1 jutaan,” jelas Mungki.

Menurut Mungki, calon penerima juga memiliki pilihan tenor pembiayaan hingga 40 tahun. Namun, jangka waktu tersebut bukan kewajiban karena calon debitur dapat memilih tenor sesuai kemampuan pembayarannya.

“40 tahun itu adalah opsi. Secara historikal data di kami rata-rata di 10, 15, dan 20 tahun,” katanya.

Selain skema pembiayaan, Pemko Tanjungpinang juga membuka peluang kerja sama dengan BP Tapera dan pengembang untuk menyediakan hunian yang lebih terjangkau bagi ASN. Salah satu gagasan yang disampaikan ialah pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah untuk pembangunan perumahan.

Wakil Wali Kota (Wawali) Tanjungpinang Raja Ariza mengatakan penyediaan rumah menjadi kebutuhan penting bagi ASN, terutama mereka yang belum mempunyai hunian sendiri.

“Rumah bukan sekadar tempat bernaung, melainkan fondasi paling mendasar dalam membina keluarga, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat kesejahteraan sumber daya manusia,” ujar Raja Ariza.

Menurut Raja Ariza, kerja sama dengan BP Tapera dan pengembang dapat menjadi salah satu upaya memperluas akses ASN terhadap pembiayaan rumah. Pemerintah daerah juga tengah mempertimbangkan konsep penyediaan lahan untuk mendukung pembangunan hunian dengan harga lebih terjangkau.

“Memang ada wacana dari Pak Gubernur kita dengan kerja sama dengan pihak pengembang, termasuk BP Tapera. Konsepnya mungkin Pemda menyediakan lahan, untuk selanjutnya mungkin akan mempermudah kita mendapatkan rumah agak murah lagi,” ucapnya.

Raja Ariza menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan sosialisasi yang ditujukan agar ASN memahami mekanisme, persyaratan, dan pilihan pembiayaan sebelum mengajukan KPR Sejahtera FLPP, sebagaimana diberitakan Batamnews, Kamis, (01/10/2026).

“Karena itu, saya meminta peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai agar informasi mengenai program pembiayaan rumah dapat dipahami secara utuh,” pungkasnya.

BP Tapera bersama bank penyalur dan pengembang turut menjalankan program tersebut untuk membantu mengurangi backlog kepemilikan rumah, termasuk di Kepri. Pembiayaan KPR Sejahtera FLPP mencakup dua jenis hunian, yakni rumah tapak subsidi dan rumah susun subsidi.

“Melalui program KPR Sejahtera FLPP ini negara hadir untuk dua solusi nyata, yakni rumah tapak subsidi dan rumah susun subsidi,” ujarnya.

Dengan pilihan tenor dan simulasi angsuran yang disesuaikan kemampuan calon debitur, sosialisasi tersebut diharapkan membantu ASN memperoleh gambaran lebih jelas mengenai pembiayaan rumah pertama sekaligus membuka peluang pengembangan hunian subsidi melalui kerja sama pemerintah daerah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *