Beras 10 Ton Disiapkan, Pasar Murah Blitar Dipadati Warga
BLITAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyiapkan 10 ton beras dalam pasar murah di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Senin (05/10/2026), sebagai langkah mengantisipasi tingginya permintaan masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah kebutuhan pangan yang terus berjalan.
Pasar murah yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut menjadi penyelenggaraan ke-159 yang digelar Pemprov Jawa Timur. Antusiasme warga terlihat sejak siang ketika masyarakat mulai berdatangan dan mengantre untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok yang tersedia.
Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Iwan mengatakan, penyediaan komoditas dalam jumlah besar menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat dijangkau dengan harga terjangkau.
“Pasar murah ini bertujuan untuk stabilisasi harga, kedua mendekatkan jangkauan dan menjaga daya beli masyarakat,” kata Iwan, sebagaimana dilansir RRI, Senin, (05/10/2026).
Berbeda dengan minyak goreng dan telur yang pembeliannya dibatasi menggunakan kupon, masyarakat dapat membeli beras tanpa kupon. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan pembelian beras selama pasar murah berlangsung.
“Beras yang disediakan dari Bulog 10 ton. Seandainya ada lonjakan pembelian, jadi beras tidak pakai kupon yang dibatasi, cuma minyak dan telur,” jelasnya.
Beras tersebut disediakan melalui kerja sama dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Ketersediaan 10 ton beras diharapkan dapat menjaga kelancaran pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus mencegah keterbatasan pasokan selama kegiatan berlangsung.
Selain berorientasi pada kebutuhan pangan, pasar murah juga diarahkan untuk memberikan ruang kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kehadiran UMKM diharapkan membuat kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi setempat.
“Selain menstabilisasi harga juga menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Pemprov Jawa Timur menilai keterlibatan UMKM penting untuk memperluas manfaat pasar murah. Masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sementara pelaku usaha mendapatkan ruang untuk memperkenalkan dan menjual produknya.
Pelaksanaan pasar murah di Kademangan menjadi bagian dari rangkaian intervensi Pemprov Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tetap mampu menyesuaikan ketersediaan komoditas dengan pola permintaan warga sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. []
Redaksi01
