PLN Umumkan Pemadaman Listrik Samarinda, Cek Wilayah Terdampak
SAMARINDA – Sejumlah kawasan di Samarinda Seberang dan sekitarnya berpotensi mengalami penghentian sementara pasokan listrik pada Selasa (06/10/2026) akibat gangguan pada sejumlah pembangkit. Pemadaman dijadwalkan berlangsung selama empat jam, mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WITA.
Penghentian pasokan tersebut berdampak pada sebagian wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) Samarinda Seberang. Pelanggan di sejumlah ruas jalan, fasilitas pemerintahan, kawasan permukiman, hingga fasilitas pelayanan publik diminta mengantisipasi gangguan pasokan selama proses penanganan berlangsung.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain sebagian Jalan Bung Tomo, Pengadilan Tata Usaha, Kantor Kecamatan Samarinda Seberang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Hasanuddin, Komando Rayon Militer (Koramil) 03 Samarinda Seberang, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Wilayah 1 Kecamatan Samarinda Seberang dan Kecamatan Palaran.
Pemadaman juga berpotensi terjadi di Jalan Padaelo, kawasan Terminal, Jalan Madu Keleng, Jalan Deng Mangkonah, Jalan Pangeran Bendahara, Jalan Mangkupalas, Jalan Harun Nafsi, Jalan Pattimura, Jalan Cokro, Jalan Mas Penghulu, Jalan Trikora, dan Jalan Teluk Bajau.
Selain itu, wilayah Jalan Air Terjun, Jalan Gunung RCTI, Perum Palma, Jalan Manunggal, Jalan Komura, Jalan SMPN 8, serta kawasan di sekitarnya turut masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak.
Sebagaimana diberitakan Arusbawah, Selasa (06/10/2026), gangguan pada sejumlah pembangkit menjadi alasan penghentian sementara aliran listrik tersebut. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengerahkan sumber daya untuk mempercepat penanganan gangguan sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap pelanggan.
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN mengimbau pelanggan mengurangi penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00-21.00 WITA. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga keseimbangan beban dan keandalan sistem kelistrikan saat kondisi pasokan masih dalam penanganan.
Pelanggan juga diminta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan. Penggunaan pendingin ruangan dianjurkan diatur pada suhu di atas 24 derajat Celsius, sementara peralatan yang lebih hemat energi dapat dioptimalkan untuk membantu menekan konsumsi listrik.
PLN menyatakan kondisi kelistrikan terus dipantau selama proses penanganan. Waktu penghentian pasokan dapat berubah atau bahkan dibatalkan apabila kondisi di lapangan memungkinkan.
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan menyesuaikan aktivitas dengan potensi gangguan pasokan tersebut. PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta mengapresiasi pengertian dan dukungan pelanggan selama proses pemulihan berlangsung. []
Redaksi01
