Tak Bangun Fasilitas Baru, Malang Optimalkan Aset untuk Koperasi Merah Putih

0
668d13466240b

MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memilih mengoptimalkan aset pemerintah yang sudah tersedia untuk mempercepat operasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), sehingga pelaksanaan program strategis nasional tersebut tidak harus menunggu pembangunan fasilitas baru.

Strategi itu menjadi salah satu praktik yang dipaparkan Pemkot Malang dalam evaluasi pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di tingkat daerah. Pemanfaatan aset dinilai menjadi alternatif untuk menyesuaikan pelaksanaan program pemerintah pusat dengan kondisi dan kebutuhan wilayah.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan Kota Malang menjadi salah satu daerah yang diminta memaparkan pelaksanaan sejumlah program strategis nasional yang telah berjalan di daerah.

“Alhamdulillah, kemarin kami menghadiri ini terkait dengan program strategis nasional. Kota Malang menjadi salah satu contoh dalam menindaklanjuti program-program strategis nasional yang sudah dilakukan,” kata Wahyu, sebagaimana dilansir Diswaymalang, Senin, (05/10/2026).

Menurut Wahyu, pemerintah daerah tidak dapat selalu menerapkan pola pelaksanaan yang sama dengan daerah lain. Kondisi wilayah, ketersediaan aset, serta kebutuhan masyarakat menjadi pertimbangan dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah pusat.

“Contoh yang di kelurahan ini adalah Koperasi Merah Putih yang di kelurahan. Kami sudah melakukan dan memanfaatkan aset-aset Pemkot yang sudah ada. Itu menjadi salah satu terobosan,” ujarnya.

Salah satu penerapan strategi tersebut berada di Kelurahan Bumiayu. Pemkot Malang memanfaatkan aset yang sebelumnya digunakan sebagai Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk menjadi lokasi KKMP.

Pemanfaatan aset tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kantor koperasi. Fasilitas yang tersedia juga direncanakan mendukung kegiatan operasional, antara lain gudang serta layanan koperasi berupa klinik dan apotek.

Wahyu menilai penggunaan aset yang telah tersedia dapat memangkas kebutuhan pembangunan fasilitas baru sehingga koperasi lebih cepat beroperasi dan memberikan layanan kepada masyarakat.

“Jadi tidak menggunakan seperti yang di kabupaten, tetapi kita memanfaatkan aset-aset yang ada di Kota Malang. Ada yang kita manfaatkan dan itu menjadi satu terobosan agar Koperasi Merah Putih juga bisa berjalan,” katanya.

Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan upaya Pemkot Malang menyesuaikan implementasi kebijakan nasional dengan karakter perkotaan. Alih-alih membangun sarana baru, aset yang sudah dimiliki pemerintah daerah diarahkan agar memiliki fungsi tambahan yang mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain KKMP, Pemkot Malang memaparkan pelaksanaan program strategis nasional lainnya, termasuk Sekolah Rakyat dan reformasi agraria.

Pada bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan, Kota Malang telah menjalankan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 di kawasan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang.

Sementara dalam pelaksanaan reformasi agraria, Pemkot Malang menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan beserta langkah penyelesaiannya kepada kementerian terkait untuk ditindaklanjuti.

Wahyu menegaskan seluruh program strategis nasional di Kota Malang diarahkan agar kebijakan pemerintah pusat dapat diterjemahkan sesuai kondisi daerah dan tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif.

“Kami diminta untuk bisa menjelaskan kondisi saat ini, program strategis nasional apa saja yang sudah dilakukan dan sudah dilaksanakan di Kota Malang,” ujarnya.

Menurutnya, penyesuaian pelaksanaan di tingkat daerah diperlukan agar setiap program dapat diterapkan secara konkret dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Banyak ada beberapa terkait dengan program strategis nasional yang ada di Kota Malang,” pungkasnya.

Dengan mengoptimalkan aset yang telah tersedia, Pemkot Malang berharap pelaksanaan KKMP dapat berjalan lebih cepat sekaligus memperluas pemanfaatan fasilitas pemerintah untuk kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan program strategis nasional dapat diterapkan secara efektif sesuai karakter dan kebutuhan Kota Malang. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *