IHSG Ditutup Hijau, Saham Teknologi Pimpin Penguatan

0
885734193

JAKARTA – Sektor teknologi menjadi penggerak utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (06/10/2026), diikuti sektor transportasi dan logistik serta energi. IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya ditutup naik 74,07 poin atau 1,21 persen ke level 6.192,93.

Berdasarkan Indeks Sektoral Indonesia Stock Exchange Industrial Classification (IDX-IC), sektor teknologi menguat 3,36 persen. Penguatan berikutnya berasal dari sektor transportasi dan logistik sebesar 3,22 persen serta sektor energi yang naik 2,77 persen.

Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga bergerak positif dengan kenaikan 4,93 poin atau 0,82 persen ke posisi 608,16.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan penguatan bursa saham Asia turut menopang pergerakan IHSG setelah pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street mencatat kinerja positif.

“Bursa Asia menguat mengikuti kinerja positif Wall Street, sementara investor mengabaikan kekhawatiran terkait tingginya imbal hasil obligasi,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (06/10/2026).

Sentimen positif juga datang dari pasar komoditas setelah harga minyak mentah global mengalami penurunan seiring meningkatnya pasokan dari kawasan Timur Tengah. Dari dalam negeri, pemerintah meningkatkan penyaluran bantuan sosial untuk menopang daya beli rumah tangga menjelang akhir 2026.

Meski demikian, penguatan IHSG belum sepenuhnya mencerminkan keberanian investor mengambil risiko. Nico menilai pelaku pasar masih cenderung berhati-hati karena sejumlah data ekonomi domestik penting akan dirilis pada pekan ini.

Data yang menjadi perhatian antara lain cadangan devisa September 2026 dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Kondisi inflasi pangan juga menjadi salah satu risiko yang masih diperhitungkan investor.

“Inflasi pangan juga masih tinggi akibat gangguan panen yang dipicu cuaca ekstrem, fenomena El Nino, dan bencana lokal,” ujar Nico.

IHSG tercatat menguat sejak pembukaan perdagangan dan mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Penguatan tersebut berlanjut pada sesi kedua sampai perdagangan berakhir.

Di pasar saham, sejumlah saham mencatat kenaikan terbesar, yakni TRUE, POLA, ASMI, BTEK, dan CSMI. Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar antara lain ROCK, FORU, LUCY, SOFA, dan PPRI.

Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup tinggi. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 12,34 juta kali dengan volume perdagangan mencapai 47,12 miliar saham dan nilai transaksi Rp12,34 triliun.

Sebanyak 511 saham menguat, sedangkan 198 saham melemah dan 254 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Penguatan IHSG sejalan dengan sebagian besar bursa regional Asia. Indeks Nikkei naik 1,26 persen menjadi 70.826,00, Hang Seng menguat 1 persen ke 24.280,56, dan Straits Times naik 0,66 persen menjadi 5.701,54. Sementara itu, indeks Kospi justru melemah 0,89 persen ke 6.941,39.

Indeks Shanghai tidak diperdagangkan karena pasar saham China masih libur dalam rangka Golden Week atau Hari Nasional China.

Dengan demikian, kenaikan IHSG pada perdagangan Selasa ditopang kombinasi sentimen eksternal dan penguatan sejumlah sektor domestik. Namun, investor masih akan mencermati data ekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat sebagai penentu arah perdagangan selanjutnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *