Jelang MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel Mataram Tembus 82 Persen

0
Jelang MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel Mataram Tembus 82 Persen

MATARAM – Kota Mataram mulai merasakan dampak langsung gelaran MotoGP Mandalika 2026 melalui meningkatnya kebutuhan kamar hotel. Tingkat okupansi hotel bintang tiga ke atas di daerah penyangga utama tersebut kini mencapai rata-rata 82 persen, sedangkan okupansi seluruh hotel berada di kisaran 72 persen.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa mengatakan, kenaikan permintaan paling terasa pada hotel bintang tiga dan empat yang banyak menerima tamu dari kalangan korporat. Sejumlah hotel, di antaranya Prime Park, Astoria, Golden Palace, Lombok Raya, dan Aston Inn, bahkan telah mencatat kondisi penuh.

“Hotel bintang tiga ke atas rata-rata sudah 80 persen. Laporan terakhir berada di angka 82 persen, bahkan ada yang sudah mencapai 97 persen,” katanya, sebagaimana diberitakan RRI, Rabu, (07/10/2026).

Adiyasa memperkirakan tekanan terhadap ketersediaan kamar akan semakin tinggi pada 9-12 Oktober 2026. Puncak permintaan diproyeksikan terjadi pada 10 dan 11 Oktober yang bertepatan dengan rangkaian utama MotoGP Mandalika.

Meski tingkat keterisian kamar telah tinggi, peluang peningkatan okupansi masih terbuka karena pola reservasi wisatawan masih didominasi pemesanan mendekati hari kedatangan atau last minute. Kondisi tersebut membuat hotel di Mataram masih berpotensi menerima tambahan tamu hingga pelaksanaan balapan.

“Perilaku wisatawan masih sama seperti tahun lalu, dominan melakukan pemesanan di menit-menit terakhir. Melihat tren permintaan tiket dan kamar yang terus naik, kami optimistis okupansi penutupan bisa mencapai minimal 85 persen,” ujarnya.

Sementara itu, hotel bintang dua ke bawah serta akomodasi kelas melati masih memiliki ketersediaan kamar dengan tingkat okupansi sekitar 60 persen. Kondisi ini menunjukkan distribusi permintaan penginapan belum sepenuhnya merata di seluruh segmen hotel.

Keleluasaan lama menginap menjadi salah satu pembeda akomodasi di Mataram dibandingkan kawasan Mandalika. Jika sejumlah penginapan di sekitar Mandalika menerapkan minimum masa menginap hingga empat malam, hotel di Mataram memberikan pilihan kepada tamu untuk menginap sesuai kebutuhan, termasuk hanya satu atau dua malam.

Fleksibilitas tersebut menjadi peluang bagi Mataram untuk menampung wisatawan yang datang khusus menyaksikan rangkaian balapan tanpa harus tinggal dalam durasi panjang di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika.

“Kami memastikan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika telah dikonfirmasi berlanjut hingga 2029,” ujarnya.

Keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP hingga 2029 diharapkan dapat menjaga permintaan terhadap sektor perhotelan Mataram sekaligus memperkuat peran kota tersebut sebagai salah satu kawasan penyangga akomodasi bagi ajang olahraga internasional di Lombok. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *