Sektor Energi Tertekan, IHSG Dibuka Melemah ke 6.140

0
IHSG merah

JAKARTA – Tekanan sektor energi menjadi salah satu beban utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 8 Oktober 2026. IHSG tercatat turun 0,10 persen ke level 6.140,66 pada pukul 09.03 WIB setelah mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah.

Mengutip data BEI melalui RTI Business, pelemahan IHSG terjadi setelah indeks pada perdagangan sehari sebelumnya juga berakhir di zona merah. Pada awal perdagangan Kamis, sektor energi mencatat penurunan paling dalam, diikuti sektor properti dan real estat, barang baku, infrastruktur, kesehatan, transportasi, barang konsumen primer, serta teknologi.

Tekanan juga terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang masuk dalam indeks LQ45. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi saham dengan penurunan terbesar di kelompok tersebut, yakni 1,86 persen ke Rp11.875 per saham.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menyusul dengan penurunan 1,61 persen ke Rp1.525 per saham. Sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkoreksi 1,24 persen ke Rp3.190 per saham.

Di tengah dominasi saham yang melemah, beberapa emiten LQ45 masih mampu mencatat penguatan. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi saham dengan kenaikan terbesar, yakni 2,23 persen ke Rp366 per saham.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menguat 1,32 persen ke Rp765 per saham, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,24 persen ke Rp6.125 per saham.

Pada awal sesi perdagangan tersebut, sebanyak 228 saham tercatat melemah, sementara 189 saham menguat dan 253 saham bergerak stagnan. Kondisi itu menunjukkan tekanan pasar masih lebih dominan dibandingkan saham yang mampu mencatat kenaikan.

Aktivitas transaksi juga terus berlangsung sejak pembukaan perdagangan. Total volume transaksi saham di BEI mencapai 2,19 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp404,9 miliar pada pukul 09.03 WIB.

Pergerakan IHSG pada Kamis menjadi perhatian pelaku pasar setelah indeks sebelumnya ditutup melemah. Pelemahan sejumlah sektor utama, terutama energi, berpotensi memengaruhi arah perdagangan sepanjang sesi jika tekanan jual berlanjut.

Perkembangan IHSG dan saham-saham LQ45 tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Kamis, (08/10/2026). Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati apakah tekanan di sejumlah sektor dapat mereda atau justru meluas ke kelompok saham lainnya.

Dengan kondisi mayoritas saham yang masih bergerak melemah pada awal perdagangan, arah IHSG berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan saham-saham unggulan menahan tekanan jual dan menjaga indeks dari koreksi lebih dalam. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *