Peduli Korban Kebakaran Melayu, Tenggarong Seberang Salurkan Rp125 Juta
Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang bersama seluruh kepala desa menyalurkan bantuan sembako dan uang tunai sebesar Rp125.446.500 kepada korban kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Minggu (11/10/2026).
Pemcam Tenggarong Seberang bersama seluruh kepala desa dan masyarakat menyalurkan bantuan tunai Rp125,4 juta serta 10 mobil logistik untuk membantu pemulihan korban kebakaran di Kelurahan Melayu, Tenggarong.
ADVERTORIAL – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Tenggarong Seberang bersama seluruh kepala desa dan masyarakat menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp125.446.500 serta berbagai kebutuhan pokok kepada korban kebakaran di Rukun Tetangga (RT) 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (11/10/2026).
Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Tenggarong Seberang untuk meringankan beban korban kebakaran. Selain uang tunai, bantuan yang disalurkan meliputi bahan pangan, pakaian, dan perlengkapan sehari-hari yang dibutuhkan warga selama masa pemulihan pascakebakaran.
Camat Tenggarong Seberang, Sukono, mengatakan bantuan dihimpun melalui partisipasi pemerintah kecamatan, seluruh kepala desa, dan masyarakat yang secara bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak.
“Pada hari ini, kami dari Pemcam Tenggarong Seberang bersama seluruh kepala desa yang ada turut berpartisipasi memberikan bantuan kepada para korban bencana kebakaran yang berada di Kelurahan Melayu, RT 33, Kecamatan Tenggarong,” ucap Sukono.
Untuk memastikan seluruh bantuan dapat diangkut dan disalurkan, Pemcam Tenggarong Seberang mengerahkan 10 mobil pengangkut logistik. Kendaraan tersebut membawa berbagai kebutuhan pokok, antara lain telur, sarden, bahan pangan lainnya, pakaian, serta pakaian dalam.
Sukono menjelaskan, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dalam pengumpulan hingga pengiriman bantuan mencerminkan semangat gotong royong untuk membantu korban yang kehilangan atau mengalami kerusakan harta benda akibat kebakaran.
“Ada 10 mobil bantuan yang disalurkan dari Kecamatan Tenggarong Seberang. Dalam hal ini, kami bersama para kepala desa dan masyarakat Tenggarong Seberang memberikan bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban para korban bencana,” jelasnya.
Seluruh bantuan diserahkan kepada Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, untuk selanjutnya dikelola dan disalurkan kepada warga terdampak sesuai kebutuhan.
Sukono berharap bantuan yang terkumpul dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat setelah kebakaran.
Sementara itu, Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, menyampaikan apresiasi kepada Pemcam Tenggarong Seberang, seluruh kepala desa, dan masyarakat atas kepedulian serta bantuan yang diberikan.
Hafidz mengungkapkan, berdasarkan pendataan sementara, total donasi yang telah dihimpun untuk membantu korban kebakaran mencapai Rp407.290.000. Jumlah tersebut belum termasuk bantuan tunai Rp125.446.500 dari Pemcam Tenggarong Seberang bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Dengan demikian, apabila kedua nominal tersebut digabungkan, total bantuan uang tunai yang terkumpul mencapai Rp532.736.500. Namun, angka gabungan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dalam pembukuan resmi penerimaan donasi Kelurahan Melayu.
Menurut Hafidz, pendistribusian bantuan kepada warga terdampak telah berlangsung dalam delapan tahap. Informasi mengenai rincian bantuan yang disalurkan dapat diperoleh melalui media sosial resmi Kelurahan Melayu.
“Berdasarkan data sementara , total donasi yang telah terkumpul mencapai empat ratus juta lebih. Untuk rincian bantuan yang sudah disalurkan, nantinya dapat dilihat melalui media sosial Kelurahan Melayu,” ujarnya.
Hafidz menjelaskan, sebagian besar kebutuhan dasar korban kebakaran telah terpenuhi, khususnya bahan pangan, perlengkapan mandi, dan peralatan memasak. Meski demikian, masih terdapat kebutuhan yang memerlukan perhatian, salah satunya tabung gas elpiji atau liquefied petroleum gas (LPG).
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pihak kelurahan telah menggunakan sebagian dana donasi sebesar Rp300.000 untuk membeli tabung gas LPG guna memenuhi kebutuhan warga.
“Kemarin, kami juga menggunakan dana donasi sebesar Rp300.000 untuk membeli tabung gas LPG. Hal ini dilakukan karena pada saat itu bantuan berupa tabung gas LPG belum tersedia atau masih terbatas,” ungkapnya.
Hafidz kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, relawan, unsur pemerintah, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penanganan dampak kebakaran.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak terus berlanjut, terutama untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memulihkan kondisi kehidupan mereka secara bertahap.
“Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjalani proses pemulihan secara bertahap,” pungkasnya. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
