RSUD Waluyo Jati Kraksaan Gelar Simulasi Penanganan Gempa Bumi dan Kebakaran
Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Yessi Rahmawati berpose bersama usai menggelar simulasi penanganan gempa bumi dan kebakaran, Senin (19/10/2026)
PROBOLINGGO – RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menggelar simulasi penanganan gempa bumi dan kebakaran dengan menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama pada Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini berkat kerjasama Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) RSUD Waluyo Jati bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo.
Menurut Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dipahami seluruh unsur rumah sakit, bukan hanya petugas yang tergabung dalam tim khusus. Setiap personel perlu mengetahui tugas dan prosedur yang harus dijalankan ketika keadaan darurat terjadi.
“Kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab tim tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh unsur rumah sakit. Kita harus memastikan setiap petugas memahami peran dan langkah yang harus dilakukan agar keselamatan pasien, keluarga pasien, pengunjung dan seluruh petugas tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Sebelum praktik lapangan, peserta mengikuti pembekalan mengenai kesiapsiagaan dan penanganan bencana di ruang pertemuan Asoka RSUD Waluyo Jati. Analis Kebencanaan Ahli Pertama BPBD Kabupaten Probolinggo Aries Setyawan menyampaikan materi tentang pengenalan risiko, prosedur kedaruratan dan koordinasi antarpihak.
“Pemahaman terhadap risiko, prosedur penanganan dan koordinasi antarpihak menjadi faktor penting agar respons yang dilakukan dapat berlangsung cepat, tepat dan terarah,” jelasnya.
Dalam situasi kebakaran, kecepatan harus diimbangi dengan ketepatan tindakan. Setiap petugas perlu memahami prosedur yang berlaku, penggunaan sarana pemadam sesuai kompetensi serta mekanisme koordinasi agar penanganan dapat dilakukan secara aman dan efektif.
Sementara itu, dosen Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (Unhasa) Genggong, Ahmad Kusyairi, memaparkan hasil penelitian mengenai Hospital Disaster Plan RSUD Waluyo Jati. Kajian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat perencanaan penanggulangan bencana berdasarkan risiko dan kondisi nyata rumah sakit.
“Hospital Disaster Plan perlu disusun berdasarkan kajian risiko dan kondisi nyata rumah sakit. Melalui hasil penelitian ini, diharapkan perencanaan penanggulangan bencana dapat terus dikembangkan agar lebih terarah, terukur dan mampu mendukung kesiapan rumah sakit dalam menghadapi berbagai situasi darurat,” tuturnya.
Usai pembekalan, peserta menjalani simulasi gempa bumi dengan skenario evakuasi di ruang Intensive Care Unit (ICU). Dalam latihan tersebut, petugas mempraktikkan prosedur evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi pasien, termasuk penanganan dokumen penting dan peralatan medis.
Skenario ini menguji kesiapan petugas menghadapi keadaan darurat di area pelayanan kritis yang membutuhkan respons cepat, koordinasi antarpersonel dan perhatian khusus terhadap keselamatan pasien.
Melalui kolaborasi dengan BPBD dan Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo, RSUD Waluyo Jati terus memperkuat budaya keselamatan serta kesiapsiagaan bencana. Upaya tersebut ditujukan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang aman dan tanggap, terutama ketika keselamatan pasien harus dijaga dalam situasi darurat.(rac)
