Pembiayaan Multiguna Bank Muamalat Tembus Rp675 Miliar, Tumbuh 11,8 Persen
JAKARTA – Pembiayaan multiguna syariah Bank Muamalat Indonesia mencapai Rp675 miliar hingga September 2026, meningkat 11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp604 miliar. Pertumbuhan ini menjadi landasan perseroan untuk memperluas layanan pembiayaan melalui ekosistem penerima gaji, aparatur sipil negara, serta sektor pendidikan dan kesehatan.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10/2026), peningkatan tersebut menunjukkan produk Multiguna iB Hijrah masih relevan untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Perseroan berupaya memperluas pemanfaatan produk tersebut dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah memanfaatkan layanan penggajian atau payroll sebagai pintu masuk untuk memperluas hubungan keuangan nasabah dengan bank syariah. Melalui pendekatan ini, perseroan tidak hanya mengejar penyaluran pembiayaan, tetapi juga ingin memperkuat penggunaan layanan keuangan untuk kebutuhan sehari-hari hingga perencanaan ibadah.
“Strategi kami melampaui sekadar penyaluran pembiayaan. Payroll menjadi langkah awal untuk menciptakan hubungan keuangan syariah yang lebih komprehensif, mencakup transaksi harian, pembiayaan kebutuhan keluarga, kepemilikan rumah, hingga perencanaan ibadah haji dan umrah,” kata Ricky.
Penunjukan Bank Muamalat sebagai bank penyalur gaji bagi aparatur sipil negara (ASN) turut mendukung pengembangan produk Multiguna iB Hijrah. Selain menyasar ASN, perseroan membidik lingkungan pendidikan, termasuk sekolah dan perguruan tinggi, serta sektor layanan kesehatan seperti rumah sakit.
Perluasan sasaran tersebut juga mencakup lembaga negara, badan usaha milik negara (BUMN), ekosistem haji dan umrah, serta industri halal. Segmen-segmen itu dinilai memiliki kebutuhan pembiayaan yang dapat dilayani dengan prinsip syariah.
“Kami juga mengoptimalkan segmen lain, termasuk lembaga negara, BUMN, ekosistem haji dan umrah, serta industri halal yang dianggap memiliki kebutuhan pembiayaan berbasis syariah,” ujar Ricky.
Meski memperluas jangkauan pasar, perseroan menyatakan tetap mengutamakan pertumbuhan yang sehat. Pemilihan segmen nasabah dilakukan dengan mempertimbangkan profil risiko, kejelasan sumber pembayaran, serta pemantauan kualitas pembiayaan secara konsisten.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas portofolio seiring peningkatan penyaluran pembiayaan. Bank Muamalat menyatakan kualitas pembiayaan Multiguna iB Hijrah tetap terjaga dan perseroan optimistis dapat mengembangkan portofolio pembiayaan konsumen secara sehat serta berkelanjutan sepanjang 2026.
Sebagaimana diberitakan Antara, Kamis, (22/10/2026), Multiguna iB Hijrah merupakan produk pembiayaan berbasis prinsip syariah yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah, mulai dari biaya pendidikan dan renovasi rumah hingga pembelian kendaraan. Perseroan juga menyediakan skema pembiayaan fleksibel dengan dukungan digitalisasi proses layanan.
Perluasan segmen nasabah dan pemanfaatan layanan digital diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan pembiayaan tanpa mengabaikan pengelolaan risiko. []
Redaksi01
