Ketua Komisi IV DPRD Sidak Revitalisasi SD Negeri 16 Sungai Raya di Desa Tebang Kacang

0
Foto sekolahok

Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya Muhammad Amri bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubu Raya Sy. Muhammad Firdaus saat mengecek langsung revitalisasi SD Negeri 16 Sungai Raya di Desa Tebang Kacang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (27/10/2026)

KUBU RAYA – Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya Muhammad Amri bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubu Raya Sy. Muhammad Firdaus, Selasa (27/10/2026).

Agenda tersebut merupakan tindaklanjut pengaduan masyarakat mengenai kualitas bangunan revitalisasi SD Negeri 16 Sungai Raya di Desa Tebang Kacang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, ditindaklanjuti dengan

Dalam peninjauan tersebut, keduanya memeriksa sejumlah bagian bangunan yang sebelumnya dikeluhkan warga, mulai dari dugaan konstruksi keropos hingga penggunaan material yang dinilai tidak layak.

Proyek revitalisasi yang berlokasi di Dusun Turba RT 003/RW 006 itu bersumber dari APBN dengan nilai anggaran sekitar Rp1,3 miliar.

Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Muhammad Amri, mengatakan hasil pemeriksaan awal di lapangan, yang turut melibatkan tenaga ahli dari Kementerian Pendidikan, menunjukkan bagian-bagian bangunan yang menjadi sorotan masih memenuhi persyaratan kelayakan.

“Kita melihat langsung. Setelah kita cek, ternyata sebenarnya sesuai,” kata Amri saat meninjau lokasi.

Salah satu bagian yang diperiksa adalah konstruksi yang dikeluhkan mengalami kondisi keropos. Untuk memastikan kondisinya, bagian tersebut diuji secara langsung dengan cara diketuk. Dari pemeriksaan awal itu, tidak ditemukan kondisi keropos seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

“Katanya keropos. Kita persilakan untuk diketuk. Diketuk ternyata tidak keropos,” ungkap Amri, yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Kubu Raya.

Meski hasil pemeriksaan awal menunjukkan bagian bangunan yang dikeluhkan masih layak, Amri tetap memberikan sejumlah catatan terhadap pengerjaan proyek tersebut. Salah satunya menyangkut satu batang tiang di area pintu yang dimintanya diganti menggunakan kayu belian agar konstruksi bangunan lebih kokoh.

“Kayunya sudah keras, tapi saya minta diganti belian supaya menjadi kokoh,” ujarnya.

Amri menegaskan, pengawasan tidak boleh berhenti pada pemeriksaan kondisi material semata. Kualitas pengerjaan secara keseluruhan, terutama tahap penyelesaian atau finishing, harus tetap diperhatikan hingga proyek rampung.

Menurutnya, bangunan sekolah yang dikerjakan menggunakan anggaran negara harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dan dapat dimanfaatkan secara aman serta nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

“Finishing-nya harus bagus. Tidak asal-asalan di pekerjaan ini,” tegasnya

Selain bangunan sekolah, Amri turut menyoroti kondisi jembatan penyeberangan menuju SDN 16 Sungai Raya yang dinilainya sudah tidak layak. Fasilitas tersebut perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan keamanan dan kemudahan akses siswa menuju sekolah.

Ia berharap kebutuhan perbaikan jembatan itu dapat diperjuangkan melalui penganggaran pada tahun depan.

“Itu yang menjadi perhatian kita nanti, supaya mudah-mudahan tahun depan bisa masuk,” pungkasnya.(rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *