KM Dorolonda Resmi Singgah di Donggala, Akses Laut Masyarakat Bertambah

0
_261031124525-274

DONGGALA – Masyarakat Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, kini memiliki tambahan akses transportasi laut setelah PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mulai mengoperasikan layanan kapal penumpang di Pelabuhan Donggala melalui kedatangan perdana KM Dorolonda, Sabtu (31/10/2026).

Pembukaan layanan tersebut menjadi perkembangan penting bagi konektivitas wilayah, terutama dalam mendukung mobilitas penumpang yang hendak bepergian menuju sejumlah daerah di Indonesia bagian timur. Kehadiran kapal ini juga membuka pilihan akses pelayaran selain melalui Pelabuhan Pantoloan di Kota Palu.

KM Dorolonda tiba di Pelabuhan Donggala sekitar pukul 07.00 WITA setelah bertolak dari Pelabuhan Balikpapan. Kedatangan kapal disambut Bupati Donggala Vera Elena Laruni bersama sejumlah pejabat daerah.

Kepala PT Pelni Kantor Cabang Palu, Christian Moreys Nainggolan, mengatakan kapal buatan Jerman tersebut membawa 1.182 penumpang. Jumlah itu terdiri atas 960 penumpang lanjutan dan 222 penumpang yang turun di Pelabuhan Donggala.

Setelah melakukan pelayanan penumpang, kapal kembali melanjutkan perjalanan sekitar pukul 09.00 WITA dengan membawa 102 penumpang yang naik dari Pelabuhan Donggala.

Pelayaran tersebut dilanjutkan menuju sejumlah daerah, yakni Bitung, Ternate, Sorong, Manokwari, Biak, Serui, hingga Jayapura. Rute ini memberikan akses perjalanan laut bagi masyarakat yang membutuhkan koneksi antarpulau menuju kawasan Indonesia bagian timur.

Dari sisi kapasitas, KM Dorolonda masih memiliki kemampuan mengangkut penumpang dalam jumlah besar. Christian menyebut kapal tersebut dapat menampung hingga 2.900 penumpang berdasarkan dispensasi dari Kementerian Perhubungan.

“Untuk kapasitas, kapal ini masih memungkinkan mengangkut hingga 2.900 penumpang sesuai dispensasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan,” kata Christian kepada awak media di Donggala, sebagaimana diberitakan RRI, Sabtu, (31/10/2026).

Menurut Christian, pengoperasian KM Dorolonda di Pelabuhan Donggala merupakan bagian dari pengembangan layanan Pelni. Kapal tersebut direncanakan singgah secara reguler dengan jadwal yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan daerah.

Kehadiran layanan ini juga dipersiapkan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2026. Dalam periode tersebut, KM Dorolonda berpeluang memperoleh penugasan khusus untuk mendukung kebutuhan transportasi penumpang.

“Karena ini menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2026, KM Dorolonda kemungkinan mendapat penugasan khusus juga. Sementara itu, layanan regulernya tetap direncanakan mencakup Pelabuhan Donggala dan sejumlah pelabuhan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, pengaturan pelayanan kapal di Pelabuhan Pantoloan tetap berjalan melalui operasional KM Lambelu. Sebelumnya, kedua kapal tersebut sama-sama melayani pelabuhan di kawasan Palu dan sekitarnya.

Dalam pengaturan terbaru, KM Dorolonda dialihkan untuk melayani Pelabuhan Donggala, sedangkan KM Lambelu tetap beroperasi di Pantoloan. Pembagian layanan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian operasional Pelni dalam menyediakan akses transportasi laut di wilayah Sulawesi Tengah.

Meski demikian, kepastian mengenai keberlanjutan operasional KM Lambelu di Pantoloan masih menunggu jadwal dan kebijakan dari kantor pusat Pelni.

“Untuk rencana dan mekanismenya akan kita bahas di tahapan selanjutnya,” tutur dia.

Dengan tambahan layanan KM Dorolonda, Pelabuhan Donggala diharapkan semakin berperan dalam mendukung konektivitas transportasi laut di Sulawesi Tengah. Kepastian jadwal reguler dan keberlanjutan pelayanan menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal, termasuk untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi antardaerah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *