PAM Jaya Perluas Pipa Air, Jakarta Bidik Tekan Penurunan Tanah
JAKARTA – Perluasan akses air perpipaan menjadi salah satu upaya Perusahaan Air Minum Jakarta Raya (PAM Jaya) untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air tanah yang berkaitan dengan penurunan muka tanah di Ibu Kota. Perusahaan tersebut menargetkan cakupan layanan air perpipaan mencapai 100 persen pada 2029 dengan jumlah 2.016.011 sambungan pelanggan.
Upaya itu dinilai penting karena pemenuhan kebutuhan air bersih melalui jaringan perpipaan dapat mengurangi tekanan terhadap cadangan air tanah. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada pengambilan air tanah secara berlebihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, berdasarkan riset Badan Geologi, cakupan layanan air perpipaan di Jakarta hingga September 2026 baru mencapai 83,27 persen atau sebanyak 1.222.484 sambungan pelanggan.
“Secara fakta, layanan 83 persen ini terlihat dari riset yang dilakukan oleh Badan Geologi,” ujar Arief di Jakarta, Senin (02/11/2026), sebagaimana diberitakan Fajarasia, Senin (02/11/2026).
Untuk mengejar cakupan layanan penuh pada 2029, PAM Jaya menyiapkan pengembangan infrastruktur secara bertahap selama tiga tahun ke depan. Kapasitas suplai air ditargetkan meningkat dari 23.051 liter per detik menjadi 32.159 liter per detik.
Selain itu, panjang jaringan pipa direncanakan bertambah dari 13.094 kilometer menjadi 16.234 kilometer. Pengembangan tersebut juga akan didukung pengoperasian 28 Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk menunjang ketersediaan pasokan air perpipaan.
Arief menyebut perluasan layanan air bersih juga berkaitan dengan upaya pemulihan kondisi tanah Jakarta. Riset Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2018–2025 menunjukkan pembatasan pengambilan air tanah mulai memberikan hasil positif terhadap kondisi struktur tanah.
“Terbukti, volume air yang ada di tanah sudah mulai terisi dan kemudian bisa menahan laju turunnya muka tanah yang ada di Jakarta,” kata Arief.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, PAM Jaya memperkuat koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Sinergi lintas lembaga diperlukan agar pengembangan kapasitas suplai, jaringan pipa, dan fasilitas pengolahan dapat berjalan sesuai target.
Pencapaian cakupan layanan 100 persen pada 2029 diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap air bersih, tetapi juga mengurangi eksploitasi air tanah sehingga mendukung upaya menahan penurunan muka tanah di Jakarta. []
Redaksi01
