Dosen Unnes Dicopot dari Jabatan Akibat Kasus Pelecehan Seksual

SEMARANG – Seorang dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) dikenai sanksi pencopotan jabatan setelah terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Kasus ini sempat viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Informasi mengenai kasus tersebut pertama kali mencuat dari akun Twitter (X) @hannibananna, yang menyebut bahwa pelaku melakukan pelecehan dengan modus hipnoterapi. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa kasus ini telah ditangani sejak November 2024, namun semula ada upaya dari internal organisasi yang menaungi pelaku dan korban untuk menjaga kerahasiaan kasus.

Kepala UPT Humas Unnes, Rahmat Petuguran, membenarkan adanya laporan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen. Meski begitu, ia enggan mengungkapkan secara rinci fakultas asal pelaku maupun korban.

“Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) Unnes menerima laporan dari empat mahasiswi pada 13 Desember 2024. Pemeriksaan terhadap pelapor langsung dilakukan pada hari yang sama,” ujar Rahmat saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2025).

Setelah melakukan pendalaman lebih lanjut, Tim Satgas PPK menemukan bukti bahwa pelaku melakukan sentuhan fisik terhadap korban. Berdasarkan fakta yang dikumpulkan dari korban, pelaku, serta saksi, kasus ini dikategorikan sebagai kekerasan seksual tingkat sedang. Pada akhir Desember 2024, kasus ini mulai menemui titik terang dan diproses sesuai prosedur yang berlaku.

Sebagai bentuk sanksi, pelaku dicopot dari jabatannya dan dilarang menduduki posisi jabatan apa pun selama dua tahun. Keputusan ini juga mempertimbangkan aspirasi para korban yang disampaikan dalam proses pemeriksaan.

Rahmat menegaskan bahwa Unnes berkomitmen untuk mencegah kasus serupa terjadi di lingkungan akademik. Ia juga mengimbau mahasiswa serta civitas akademika yang mengalami atau mengetahui tindakan pelecehan seksual agar segera melapor ke Tim Satgas PPK.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lingkungan akademik tetap aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa serta tenaga pendidik,” pungkasnya. []

Nur Quratul Nabila A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *