Ratusan Rumah di Sidoarjo Terendam Banjir, Warga Mengungsi

SIDOARJO – Sebanyak 438 rumah di Desa Barengkrajan dan Desa Tempel, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, terendam banjir akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Senin (24/2/2025) malam. Banjir yang dipicu oleh luapan Sungai Kalimas ini memaksa puluhan warga mengungsi, dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter.
Ketua RW 06 Desa Barengkrajan, Endi, menyatakan bahwa hujan deras yang terjadi tanpa henti selama lebih dari satu hari menyebabkan air sungai meluap dan merendam pemukiman warga.
“Banjir ini cukup parah dibandingkan tahun sebelumnya. Ada satu warga lansia, Mbah Sahid, yang harus dievakuasi karena kondisinya tidak memungkinkan untuk bertahan di rumah,” ujarnya pada Rabu (26/2/2025).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Mustain Baladan, menjelaskan bahwa banjir kali ini berdampak cukup luas di dua desa tersebut.
“Di Desa Barengkrajan, ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter, dengan total 183 rumah terdampak. Sementara itu, di Desa Tempel, 255 rumah terendam dengan ketinggian air 50 hingga 60 sentimeter,” katanya.
Rincian dampak banjir di Desa Barengkrajan meliputi RT 17/RW 05 sebanyak 52 rumah dan RT 19/RW 05 sebanyak 131 rumah. Di Desa Tempel, Dusun Dongol RT 05/RW 02 mencatat 60 rumah terdampak, Dusun Bakalan RT 02/RW 03 sebanyak 195 rumah, serta Dusun Wadang RT 03/RW 04 dengan genangan air setinggi 30 sentimeter.
Sejumlah warga Desa Tempel telah mengungsi di Masjid Baitul Islah, sementara BPBD Sidoarjo bersama pihak terkait telah mendirikan tenda pengungsian di Desa Barengkrajan. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 22 kepala keluarga (KK) telah mengungsi.
BPBD Sidoarjo telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta aparat kepolisian dan TNI untuk penanganan banjir. Petugas juga menggunakan perahu karet untuk mencapai lokasi terdampak yang sulit diakses.
Mustain mengimbau warga agar tetap waspada karena potensi hujan lebat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. BPBD Sidoarjo terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat bencana tersebut. []
Nur Quratul Nabila A