Tumpukan Sampah 500 Meter di Sungai Cicukang, Warga Bandung Resahkan Banjir Sampah

BANDUNG – Video yang memperlihatkan Sungai Cicukang dipenuhi sampah viral di media sosial Instagram. Dalam rekaman tersebut, terlihat aliran sungai tersendat akibat tumpukan sampah plastik yang mencapai jutaan jenis. Dua bilah bambu tampak dipasang sebagai penghalang agar sampah tidak terbawa ke aliran sungai lainnya.

Diketahui, lokasi penumpukan sampah tersebut berada di Sungai Cicukang, yang merupakan bagian dari aliran Citarum lama, tepatnya di Kampung Cicukang, Desa Mekarahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sampah memanjang hingga sekitar 500 meter, sementara lebar Sungai Cicukang mencapai 20 meter. Berbagai jenis sampah terlihat berserakan, mulai dari plastik hingga kasur bekas dan barang-barang lain yang seharusnya tidak berada di sungai.

Deani (31), salah seorang warga setempat, menyebut bahwa tumpukan sampah mulai terbentuk sejak hujan deras mengguyur wilayah Bandung Raya pada Selasa (25/2/2025).

“Saat hujan deras di Kota Bandung, sampah mulai berdatangan karena terbawa arus dari wilayah hulu,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (28/2/2025).

Sebelumnya, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum telah melakukan pembersihan Sungai Cicukang dengan menggunakan alat berat, seperti buldoser, serta beberapa truk pengangkut sampah. Namun, hingga saat ini, BBWS belum kembali ke lokasi untuk melakukan pembersihan lanjutan.

Deani menambahkan bahwa kondisi serupa bukanlah yang pertama kali terjadi. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu, aliran Sungai Cicukang hampir selalu tersumbat akibat sampah kiriman. Warga setempat merasa resah karena khawatir penumpukan sampah yang terus terjadi dapat menyebabkan banjir besar.

“Kalau banjir air saja sudah sering terjadi, apalagi kalau banjirnya bercampur sampah. Itu yang membuat warga khawatir, karena sampah bisa masuk ke rumah-rumah,” ungkapnya.

Dulu, Sungai Cicukang kerap meluap dan merendam permukiman warga. Namun, beberapa tahun terakhir, kejadian tersebut berkurang. Meski demikian, dengan adanya tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai, warga khawatir banjir kembali terjadi.

Jika Kampung Cicukang terdampak banjir, ketinggian air bisa mencapai lutut orang dewasa, sedangkan di sekitar jalan raya, air dapat menggenangi hingga setinggi perut orang dewasa.

“Waktu bulan puasa tahun lalu juga begini. Kalau banjir air saja masih bisa diatasi, tapi kalau bercampur sampah, itu yang merepotkan kami,” tambah Deani.

Ia memastikan bahwa sampah yang menumpuk di Sungai Cicukang bukan berasal dari warga setempat, melainkan sampah kiriman dari Kota Bandung.

“Warga di sini tidak membuang sampah ke sungai karena kami sudah memiliki tempat penampungan sendiri,” jelasnya.

Deani berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat segera mengambil langkah konkret untuk menangani masalah ini.

“Harus ada pengawasan rutin, terutama saat musim hujan seperti sekarang,” pungkasnya. []

Nur Quratul Nabila A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *