Pemprov Jakarta Genjot Pengerukan Saluran Air untuk Cegah Banjir

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengintensifkan upaya pembersihan saluran air guna mengurangi potensi banjir di ibu kota. Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Hendri, menyatakan bahwa kegiatan ini akan difokuskan pada tali air yang tersumbat akibat tumpukan sedimen.

“Kegiatan ini difokuskan pada tali-tali air yang tersumbat akibat tumpukan sedimen sehingga tidak mampu mengalirkan air dengan baik dan menyebabkan genangan,” ujar Hendri saat dihubungi, Jumat (28/2/2025).

Pembersihan, pembongkaran, dan perbaikan tali-tali air akan dilakukan di berbagai wilayah Jakarta, termasuk Jalan Daan Mogot Km 13, Cengkareng, Jakarta Barat; Jalan Salemba Raya (depan Universitas Indonesia Salemba), Senen, Jakarta Pusat; Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara; serta Jalan Taman Mini I, Jakarta Timur.

Hendri menambahkan bahwa optimalisasi saluran ini bertujuan memastikan fungsi drainase berjalan dengan maksimal sehingga dapat mengurangi risiko banjir di ibu kota.

“Upaya ini dilakukan agar tali-tali air dan saluran drainase berfungsi optimal, sehingga dapat mereduksi potensi banjir,” tuturnya.

Selain pembersihan saluran air, Pemprov DKI Jakarta juga telah merencanakan pengerukan sungai di 49 titik yang tersebar di lima wilayah administrasi. Pengerukan akan mencakup sungai, waduk, embung, serta saluran penghubung (PHB), dengan rincian sebagai berikut:

  • Jakarta Utara: 13 titik
  • Jakarta Timur: 12 titik
  • Jakarta Barat: 10 titik
  • Jakarta Pusat: 8 titi
  • Jakarta Selatan: 6 titik

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan bahwa target pengerukan sedimen dan lumpur mencapai 1 juta meter kubik. Proses ini akan berlangsung hingga Agustus 2025 dengan dukungan 122 unit alat berat dan 84 unit alat pendukung lainnya.

Meski akan berlangsung selama bulan Ramadan, Hendri memastikan pengerukan tetap dilakukan secara berkala dan tidak hanya setiap enam bulan sekali.

“Kegiatan ini tetap berjalan meskipun memasuki bulan Ramadan. Pengerukan dilakukan secara periodik guna memastikan efektivitasnya,” pungkasnya.

Upaya ini menjadi langkah strategis Pemprov DKI Jakarta dalam mengantisipasi banjir yang kerap melanda ibu kota, terutama saat curah hujan tinggi. []

Nur Quratul Nabila A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *