Abdul Giaz Tawarkan Model Transportasi Online Berbasis Daerah

ADVERTORIAL – Gagasan mengenai kedaulatan digital mulai menguat dari Kalimantan Timur (Kaltim). Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Abdul Giaz, menilai sektor transportasi daring merupakan pintu masuk strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis teknologi yang berpihak pada masyarakat daerah.
Menurut Giaz, selama ini masyarakat hanya menjadi pengguna pasif dalam sistem digital yang dikendalikan oleh korporasi besar dari luar daerah. Padahal, era digitalisasi membuka peluang luas untuk membangun ekosistem lokal yang inklusif dan berdaya saing. “Selama ini kita hanya jadi penumpang dalam sistem yang didesain dari luar. Sudah saatnya kita duduk di kursi pengemudi,” ujarnya, Selasa (12/08/2025).
Ia menyoroti ketimpangan distribusi keuntungan dari layanan transportasi daring yang selama ini didominasi segelintir perusahaan besar. Kondisi tersebut, menurutnya, menciptakan ketergantungan ekonomi sekaligus melemahkan potensi kemandirian daerah. Karena itu, Giaz mendorong lahirnya platform transportasi digital yang tidak hanya dikembangkan oleh masyarakat Kaltim, tetapi juga dimiliki secara kolektif.
Baginya, gagasan tersebut melampaui sekadar efisiensi teknologi. Platform berbasis kepemilikan lokal akan membuka ruang partisipasi yang lebih luas, di mana masyarakat dapat berperan sebagai pengemudi, investor, pengembang aplikasi, hingga inovator teknologi. “Bayangkan jika driver, pengembang aplikasi, dan investor semuanya dari Kaltim. Keuntungannya tidak lari keluar daerah,” tegasnya.
Selain itu, Giaz menilai sistem lokal akan lebih adaptif terhadap karakteristik sosial dan kebutuhan masyarakat Kaltim. Perusahaan besar kerap bersifat sentralistis sehingga kurang peka terhadap konteks daerah. Dengan platform yang dikelola secara mandiri, regulasi dan kebijakan dapat disesuaikan, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, koperasi, UMKM, dan komunitas digital.
Ia optimistis, dengan dukungan kebijakan publik yang berpihak serta kolaborasi lintas sektor, Kaltim dapat menjadi pelopor pembangunan ekosistem transportasi daring yang adil, berkelanjutan, dan menumbuhkan kedaulatan digital. “Digitalisasi harus dimaknai sebagai alat pemerataan, bukan hanya alat akumulasi. Kita harus pastikan manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” tutup Giaz. []
Penulis: Selamet | Penyunting: Aulia Setyaningrum