Aksi Pencurian Besi Jembatan Viral, Dua Pelaku Diamankan

JAKARTA – Aparat kepolisian berhasil mengamankan dua pria berinisial A dan F yang diduga melakukan pencurian besi pada fasilitas jembatan di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Penangkapan ini dilakukan setelah aksi keduanya menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, memperlihatkan upaya pencungkilan besi dari bagian jembatan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kasus ini terungkap saat petugas dari Polres Metro Jakarta Utara melakukan penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat dan rekaman video yang beredar luas. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berusaha mencabut besi yang terpasang di sela-sela konstruksi jembatan dengan cara mencungkil dan menendangnya. Aksi tersebut direkam oleh pengguna jalan yang merasa curiga dengan aktivitas mencurigakan di lokasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Ongkoseno, menyampaikan bahwa kedua pelaku berhasil diamankan pada Selasa, 10 Februari 2026, saat sedang melakukan aksinya. “Iya betul ada dua pelaku yang ditangkap. Inisial A dan F,” kata Ongkoseno saat dimintai konfirmasi.

Penangkapan tersebut terjadi di salah satu titik lampu merah di Jalan Sevetia, Sunter, yang menjadi lokasi aksi pencurian. Polisi yang telah melakukan pemantauan sebelumnya langsung bertindak saat mendapati keduanya tengah berupaya mengambil potongan besi dari jembatan. “Ditangkap tanggal 10 Februari ketika sedang beraksi mengambil potongan besi di jembatan lampu merah Jalan Sevetia Sunter,” ujar Ongkoseno.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah potongan besi yang diduga merupakan hasil pencurian. Barang bukti tersebut berhasil diamankan sebelum sempat dijual oleh para pelaku. “Untuk kasus yang kita proses saat ini, hasil curiannya sudah kita amankan dulu, jadi tidak sempat dijual. Rencanannya akan dijual,” imbuhnya.

Polisi juga mengungkap dugaan bahwa aksi pencurian ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh kedua pelaku. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, mereka diduga telah beberapa kali melakukan pencurian di lokasi yang sama maupun di sekitar kawasan Sunter. Namun, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut oleh penyidik. “Infonya sudah beberapa kali, tapi info tersebut masih didalami. (lokasi operasi) Iya sekitaran Sunter,” kata Ongkoseno saat dihubungi, Jumat (13/02/2026).

Motif utama pencurian ini adalah untuk mendapatkan uang dari hasil penjualan besi bekas. Kedua pelaku diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Niatnya untuk dijual, untuk mendapatkan uang. Dijualnya secara acak, tidak ada pengepul tetap. (Pekerjaan pelaku) serabutan. Mungkin kadang-kadang ngamen juga ya,” ujar Ongkoseno.

Penjualan besi curian dilakukan secara acak tanpa melalui pengepul tertentu, sehingga menyulitkan pelacakan distribusi barang curian. Polisi kini masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain atau jaringan penadah barang hasil pencurian.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian serius karena pencurian komponen jembatan dapat mengancam keselamatan publik. Hilangnya bagian struktur logam pada jembatan berpotensi merusak konstruksi dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan di fasilitas umum agar dapat segera ditindaklanjuti. Pengawasan terhadap infrastruktur publik juga dinilai penting untuk mencegah tindakan kriminal yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat luas.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya aksi serupa yang dilakukan oleh pelaku di lokasi lain.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *