Aksi Tak Pantas Penumpang Kereta Tuai Teguran

JAKARTA – Sebuah video yang beredar luas di media sosial TikTok menuai perhatian publik setelah memperlihatkan tindakan tidak pantas seorang penumpang kereta api. Dalam video tersebut, terlihat seseorang mengeluarkan jet shower dari toilet kereta dan menyemprotkan air ke arah luar, tepatnya ke jalan raya saat sejumlah pengendara kendaraan tengah menunggu kereta melintas di pelintasan sebidang.

Video yang diunggah sekitar enam hari lalu itu dengan cepat menjadi viral dan memicu beragam reaksi warganet. Dari rekaman yang beredar, pembuat video tampak mengarahkan semprotan air dari dalam toilet kereta ke jendela, lalu menyemprotkannya ke arah luar saat kereta sedang melaju melewati pelintasan. Air tersebut mengenai area jalan dan berpotensi mengenai pengendara yang sedang berhenti menunggu kereta lewat.

Aksi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga mencerminkan penyalahgunaan fasilitas umum yang disediakan demi kenyamanan penumpang kereta api. Sejumlah warganet menyayangkan tindakan tersebut dan menilai bahwa perilaku demikian dapat merusak citra transportasi publik yang aman dan tertib.

Menanggapi viralnya video tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan respons resmi melalui akun TikTok perusahaan. Dalam kolom komentar unggahan video, KAI menyampaikan imbauan kepada seluruh penumpang agar menggunakan fasilitas kereta api sesuai dengan peruntukannya dan tidak melakukan tindakan yang merugikan pihak lain.

“Menanggapi video yang Kakak unggah, Railmin ingin menyampaikan imbauan kepada seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang tersedia di dalam Kereta Api. Seluruh fasilitas telah disediakan untuk mendukung kenyamanan perjalanan para penumpang, sehingga penggunaannya diharapkan sesuai dengan fungsinya,” tulis KAI dalam komentarnya.

KAI menegaskan bahwa fasilitas di dalam kereta, termasuk toilet dan perlengkapannya, disediakan semata-mata untuk kebutuhan pribadi penumpang selama perjalanan. Penyalahgunaan fasilitas tidak hanya berpotensi merusak sarana dan prasarana, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna lainnya, baik di dalam kereta maupun di luar.

Lebih lanjut, KAI mengingatkan bahwa tindakan semacam itu dapat menimbulkan dampak negatif yang lebih luas. Selain berpotensi membahayakan pengguna jalan di sekitar pelintasan rel, perbuatan tersebut juga dapat menciptakan ketidaknyamanan bagi penumpang lain yang membutuhkan fasilitas tersebut secara semestinya.

“Tindakan yang kurang tepat dalam menggunakan fasilitas tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penumpang lainnya. Railmin berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” lanjut pernyataan tersebut.

KAI juga mengajak seluruh pengguna jasa kereta api untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama perjalanan. Kesadaran kolektif, menurut KAI, menjadi kunci utama dalam menciptakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan beretika.

“Mari kita jadikan kereta api sebagai moda transportasi yang tertib, aman dan nyaman dengan saling menghormati serta menaati aturan yang berlaku,” sambungnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya etika dalam menggunakan fasilitas publik, khususnya di ruang bersama seperti transportasi massal. Kedisiplinan dan tanggung jawab penumpang dinilai sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan serta kenyamanan bersama. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *